Candi Plembutan, Salah Satu Candi Hindu di Gunungkidul

oleh -
Komplek Candi Plembutan. Foto : Edo
iklan dispar
Komplek Candi Plembutan. Foto : Edo
Komplek Candi Plembutan. Foto : Edo

PLAYEN, (KH) – Gunungkidul merupakan salah satu kawasan yang kaya akan peninggalan sejarah kejayaan Hindu terutama Candi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu candi yang merupakan peninggalan Hindu adalah Candi Plembutan yang terletak di Desa Plembutan Kecamatan Playen.

Menurut Gandung, Juru Pelihara (Jupel) Candi Plembutan, candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Hindu yang dibangun pada abad VIII Masehi. Walaupun kondisi candi sudah tidak utuh,namun pengunjung masih bisa menikmati sisa-sisa batuan candi yang berada di kompleks Candi Plembutan.

“Candi ini menghadap ke arah  barat, memiliki denah berbentuk bujur sangkar berukuran 13×13 meter dan candi ini berbahan dasar batu putih,Ccandi Plembutan ini pernah mengalami pemugaran 2 kali yaitu pada tahun 1997 dan 2000 yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta dan Mahasiswa UGM Fakultas Arkeologi,” jelas Gandung, Minggu (18/1).

Gandung menambahkan, pada saat dilakukan pemugaran ditemukan beberapa Fragmen Yoni, Fragmen tangan Arca Ganesha, Fragmen gerabah dan beberapa ornamen yang lain.

Ornamen batuan Candi Plembutan adalah batu yang masih insitu/masih berada di tempat aslinya, seperti umpak dan batuan dinding candi. Di bagian tengah terdapat gundukan tanah yang merupakan ornamen batuan candi yang dibiarkan terkubur karena tidak memungkinkan dilakukan pemugaran akibat kondisi batu candi yang sudah rapuh.

Di samping gundukan tanah yang berada di tengah, pengunjung juga bisa melihat batu-batu candi yang tertata rapi di sekeliling komplek Candi Plembutan. Pengunjung juga bisa melihat foto dokumentasi pemugaran candi di papan informasi yang terdapat di depan komplek Candi Plembutan.

“Candi ini masih terjaga dan dirawat oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta, saya ditunjuk sebagai Juru Pelihara sejak tahun 1997. Saya berharap wisatawan dapat menjadikan wisata sejarah sebagai wisata alternatif selain wisata alam yang baru terkenal di Gunungkidul,” pungkas Gandung. (Kiriman berita dari Edo Nurgantara)

Komentar

Komentar