BPBD Himbau Masyarakat Untuk Mewaspadai Peralihan Musim

oleh -
Pohon Roboh. Dok: KH
iklan dispar
Pohon Roboh. Dok: KH
Pohon Roboh. Dok: KH

WONOSARI, (KH)— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul menghimbau masyarakat agar mengantisipasi masa peralihan musim dari kemarau ke musim hujan atau disebut pancaroba.

Budi Harjo SH MH, Kepala BPBD Gunungkidul menyampaikan, bahwasanya pancaroba biasa ditandai dengan adanya angin kencang, sehingga untuk mengurangi resiko bencana, masyarakat melakukan antisipasi dengan memangkas ranting pohon besar di sekitar rumah, atau bahkan menebang, jika dinilai sudah tua dan lapuk.

“Pembersihan drainase pada sungai, got dan selokan, mestinya juga dilakukan. Berdasar pengalaman di beberapa tempat pernah terjadi luapan sungai. Tindakan antisipasi ini supaya tidak terulang,” katanya Sabtu, (10/10/2015).

Beberapa waktu lalu, tambah Budi harjo, terkait antisipasi kebencanaan, BPBD bersama PEMDA bekerja sama dengan Universitas Gajahmada (UGM) telah memulai pemasangan alat Erly Warning System (EWS) di 63 titik kawasan rawan bencana tanah longsor atau gerakan tanah akibat gempa.

“Terpasang 4 hingga 5 alat di wilayah Desa Watu Gajah, Desa Hargo Mulyo, Gedangsari, juga Mertelu. Di tempat lain antara 1 dan 2 alat, alat ini sebagai rambu-rambu, jika ada pergerakan tanah,” tambahnya.

Dirinya berharap, pemasangan yang dilakukan sejak pertengahan September lalu dapat selesai sebelum hujan tiba. Mengenai penentuan tempat pemasangannya, pihaknya juga melibatkan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa setempat.

“Mengenai pentingnya alat deteksi dini bencana ini, masyarakat sekitar kami mohon untuk ikut memantau dan memelihara alat tersebut,” pungkasnya. (Kandar)

Komentar

Komentar