BMKG: Cuaca Ekstrim Berpotensi Sebabkan Bencana

oleh -
ilustrasi, Sumber: internet
iklan dispar
ilustrasi, Sumber: internet
ilustrasi, Sumber: internet

WONOSARI, (KH)— Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika (BMKG) Pos Klimatologi Yogyakarta belum lama ini mengeluarkan informasi cuaca dan iklim yang terjadi di wilayah DIY. Dalam informasinya, Kepala Pos Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono menyatakan, berdasar pengamatan gejala fisis dan dinamika atmosfir yang terjadi dapat berpotensi sebabkan cuaca ekstrim.

“Terjadi beberapa dinamika atmosfer, diantaranya; peningkatan suhu permukaan laut selatan jawa 27-30 derajat celcius, ada juga pengaruh Dipole Mode (DMI) negatif berupa kenaikan temperatur permukaan laut di sebelah barat Sumatera,” ungkapnya.

Selain itu, terdapatnya la nina lemah, lalu menguatnya angin timuran dan menguatnya angin baratan, serta adanya posisi gerak semu matahari yang berada di atas Pulau Jawa dapat menjadi faktor peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah DIY yang berpotensi terjadi curah hujan yang bersifat hujan normal hingga atas normal.

“Saat ini adalah musim pancaroba, atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan berpotensi hujan lebat diatas 50 mm/hari, disertai petir dan angin kencang dengan kecepatan angin diatas 45 km/ jam,” jelasnya.

Pihaknya menghimbau, hal tersebut dapat menyebabkan banjir, longsor, pohon tumbang, dan sambaran petir. Selain itu juga dapat mengakibatkan gelombang laut tinggi hingga 4 meter di laut selatan jawa.

“Maka masyarakat dan Pemerintah daerah serta pihak terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi bencana tersebut,” himbaunya.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Budhi Harjo meminta masyarakat Gunungkidul untuk meningkatkan kewaspadaan dengan selalu memperhatikan tanda2 alam.

“Waspada longsor dan angin kencang, serta bagi yang tinggal di bantaran sungai untuk mewaspadai banjir sungai,” pinta Budhi, Kamis, (29/9/2016). (Kandar)

Komentar

Komentar