Bidang PAUDNI Targetkan Buta Aksara Selesai Tahun 2017

oleh -
Supriyadi M.Pd, Kabid PAUDNI Disdikpora Gunungkidul. KH/ Kandar
iklan dispar
Supriyadi M.Pd, Kabid PAUDNI Disdikpora Gunungkidul. KH/ Kandar
Supriyadi M.Pd, Kabid PAUDNI Disdikpora Gunungkidul. KH/ Kandar

WONOSARI, (KH)— Selain terus melaksanakan keseluruhan program kerja yang lain, melalui Seksi Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUDNI) Disdikpora Gunungkidul gencar untuk menuntaskan target buta aksara selesai di 2017.

Untuk diketahui, Bidang PAUDNI sementara ini menangani pendidikan non formal saja, untuk seksi Paud meliputi Tempat Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (KB), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS), sedangkan seksi Dikmas menangani pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C, serta penuntasan Buta Aksara. Disamping itu juga melakukan pembinaan terhadap program pelatihan kerja yang dilaksanakan oleh Pusat Kegiatan Dan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK),

Berdasar data yang pernah diterima dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk data jumlah buta aksara yang ada di Kabupaten Gunungkidul sekitr 30.000, disampaikan Kabid PAUDNI Supriyadi, M.Pd, dari jumlah tersebut setelah diverifikasi ulang di dapat jumlah sekitar 15.000 warga buta aksara.

Pihaknya menyampaikan, dalam dua tahun kedepan keseluruhan akan tersentuh program  pengentasan buta aksara. “Tahun ini kita merencanakan menggarap sekitar 10.000 warga buta aksara menggunakan dana APBD, sebagian kecil dari mereka hanya mampu taraf latih saja, karena merupakan kelompok berkebutuhan khusus,” katanya beberapa waktu lalu di kantornya.

Lantas, lanjut Supriyadi, untuk sisanya akan diselesaikan Tahun 2017. Selain itu Bidang PAUDNI pada program pembinaan pendidikan kesetaraan, tahun ini akan meluluskan ratusan siswa dengan rincian untuk Paket A ada 62 siswa, Paket B sebanyak 434, sedangkan paket C mencapai 604 calon lulusan.

Masih dalam hal program kerja Bidang PAUDNI, pembinaan pelaksanaan kursus ketrampilan masyarakat baik melalui LPK serta bersinergi dengan PKBM terus dilakukan. Meliputi kursus jahit, stir mobil, dan kursus Komputer, serta beberapa kerajinan.

“Kita juga ada program lain namanya kampung bahasa inggris, ini merupakan pelatihan bahasa inggris tingkat dasar, khususnya bagi warga pesisir atau daerah wisata, dalam hal ini kita bekerjasama dengan UAD,” jelas Supriyadi. (Kandar)

Komentar

Komentar