Biaya Pengganti Pengolahan Darah PMI Naik

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani.– Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) di Unit Donor Darah Cabang Gunungkidul naik dari Rp 250.000 per kantong menjadi Rp 360.000 perkantong. Meski demikian stok darah dipastikan aman.
Ketua PMI Cabang Gunungkidul, Iswandoyo MM mengatakan, tidak ada keluhan dari masyarakat terkait kenaikan Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD). Menurutnya kenaikan ini terjadi berdasarkan surat keputusan Kementrian Kesehatan, Nomor 05/Kep/PK.PMI/1/2014.
“Kenaikan ini merupakan Instruksi dari pusat, sebagai pengurus PMI Cabang kita hanya menjalankan putusan peraturan yang berlaku,” ungkap Iswandoyo, di kantornya, Rabu (10/9/2014).
Iswandoyo menegaskan, biaya pengganti pengolahan darah sebesar Rp 360.000 tersebut untuk menganti biaya pemeriksaan, sceening, croosstest, biaya laboratorium, pemeliharaan dan pengembangan serta pembinaan.
Sementara Agus Topo, Staf Unit Transfusi Darah PMI Gunungkidul menambahkan, stok darah pada awal September cukup aman. Banyaknya kerjasama dengan berbagai instansi dan pendonor darah tetap membuat stok darah PMI Gunungkidul cukup.
Untuk golongan darah A masih terdapat stok 9 kantong, golongan darah B mencapai 45 kantong, golongan darah O sebanyak 90 kantong dan AB 10 kantong. “Proses transfusi darah dilakukan ketat melalui pemeriksaaan,” kata dia. (Juju/Hfs)

Komentar

Komentar