Parlemen Timor Leste Studi Banding Ke Gunungkidul

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani.– Dalam rangka tukar pikiran dan pengalaman, delegasi Parlemen Negara Timor Leste mengunjungi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Gunungkidul, Rabu (10/9/2014).
Rombongan yang dipimpin oleh Virgina Anabela diterima langsung oleh Kepala BPMPKB Gunungkidul Sudjoko didampingi sekretaris Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Dinsosnakaetrans) Prahasnu Aliaskar.
Dalam keterangannya, Sekretaris komisi perekonomian Virgina Anabela mengatakan, kunjungannya ke Indonesia untuk mencari tambahan informasi sebagai bahan penyelesaian undang-undang tentang human trafficking (perdagangan manusia).
“Selain berkunjung ke Indononesia, kita juga berkunjung ke berbagai negara seperti Malaysia, Hindia, dan Australia,” katanya saat ditemui di Kantor BPMPKB Gunungkidul.
Virgina menambahkan, dipilihnya Kabupaten Gunungkidul sebagai pusat kajian karena keadaan geografis Gunungkidul yang hampir sama dengan Timor Leste, menurutnya struktur tanah, hingga air dan keadaan alam cocok dengan keadaan di sana.
Selain tukar pikiran masalah human trafficking, delegasi parlemen Timor Leste juga akan mengunjungai pusat-pusat pemberdayaan perempuan yang ada di Gunungkidul. Virgina mengakui pemberdayaan perempuan di Gunungkidul cukup tinggi, jika dibandingkan di negaranya.
Kelompok Perempuan Parlemen Timor Leste ini mengaku sering melihat keadaan Gunungkidul melalui siaran televisi, Gunungkidul banyak memiliki tenaga kerja baik di dalam maupun luar negeri.
“Pengalaman penanganan tenaga kerja asal Gunungkidul di Malaysia, di mana tidak mendapatkan gaji pada tahun 2012 lalu, tentu menjadi hal yang perlu dipelajari, ini penting buat negara kita,” tambah dia.
Virgina menambahkan, hasil studi dari kunjungan di Gunungkidul  akan dilaporkan kepada eksekutif Timor Leste, dia berharap akan muncul kerjasama-kerjasama yang akan menguntungkan dua belah pihak.
“Kerjasama nanti legislatif yang akan mengatur, karena kita sudah mulai terbuka kepada negara-negara lain, tidak hanya yang berbahasa portugis,” pungkasnya. (Juju/Hfs)

Komentar

Komentar