Berwisata di Gunungkidul Bonus Kajian Islam Dalam Novel “Podhang Ngisep Sari”

Novel berbahasa jawa "Podhang Ngisep Sari" karya Hari Jumanto. foto: (SS)

Novel karya Hari Jumanto ini berlatar belakang cerita di Gunungkidul ini sarat dengan pengetahuan-pengetahuan luar biasa. Sejarah Gunungkidul dari Jaman Majapahit, kondisi geografis Gunungkidul, tradisi-tradisi yang masih hidup, mitos dan kepercayaan khas Gunungkidul, ayat-ayat suci Al-Quran, sejarah keislaman nusantara, biografi para Kyai NU, mimpi-mimpi aktivis pemuda Gunungkidul, hutang piutang masyarakat Gunungkidul, cita-cita akan Gunungkidul masa depan terangkum elok saling menyambung antara masa lalu, sekarang dan masa depan. Bahkan tentang kondisi sosial yang sangat memilukan saat ini. Kasus gantung diri.

Sayangnya pembaca tidak disuguhi kentalnya dialek kidul-kidulan, dialek khas ala pesisir, pada perbincangan anak-anak muda aktivis Kabomuki. Padahal dialek khas kidul-kidulan bisa menjadi sesuatu yang identik dengan Gunungkidul.

Bacaan Lainnya

Tapi membaca novel Podhang Ngisep Sari ini bagaikan berwisata di Gunungkidul dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Berbonuskan kajian islam di Indonesia.

Salam Literasi, Salam Baca!

(Penulis resensi : Stefanus Sujoko)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait