Berikan Pelatihan Batik Di Siraman, BBLM Minta Produksi Berlanjut

oleh -
Bupati Badingah melihat hasil produk pelatihan batik di Desa Siraman. KH
kadhung tresno
Bupati Badingah melihat hasil produk pelatihan batik di Desa Siraman. KH

WONOSARI, (KH)— Setelah selesai memberikan pelatihan pembuatan batik di Desa Siraman, Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta meminta agar peserta yang terlibat terus melakukan pengembangan.

Hal tersebut disampaikan perwakilan BBLM saat kegiatan penutupan pelatihan batik di komplek balai Desa Siraman, Senin, (16/1/2017). Kepala Seksi Pelatihan Masyarakat Desa, BBLM Yogyakarta, Kuswanto, S.ST saat ditemui menuturkan, harapan paling mendasar yakni para peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan di bidang batik.

“Dengan adanya pelatihan batik, masyarakat benar-benar dapat memproduksi batik secara mandiri. Tidak berhenti, justru melakukan pengembangan dengan kreasi baru,” pinta Kuswanto.

Untuk selanjutnya, tambah Kuswanto, agar dilakukan upaya serius guna menjadikan kemampuan membatik sebagai bidang usaha baru di Desa Siraman. Pengembangan yang diharapkan, para peserta mampu memenuhi permintaan pasar atau konsumen.

“Utamanya 30 peserta pelatihan yang terlibat dapat mendukung sektor pariwisata sebagai penyedia batik produk lokal. Dukungan yang kami berikan selama pelatihan selain teori dan praktek juga ada stimulan berupa bahan dan alat batik,” urainya.

Seusai pelatihan tersebut pihaknya juga meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Gunungkidul untuk ikut berpartisipasi mendukung pengembangan produksi sekaligus promosi produk batik yang dihasilkan.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah S. Sos saat hadir menyatakan dukungannya terhadap kelangsungan usaha batik di Desa Siraman. Hal yang sama diutarakan, bahkan bupati menghimbau produksi batik harus terus berlanjut dengan memanfaatkan peluang pariwisata yang ada.

“Kita upayakan jika ada tamu atau wisatawan, nanti agar mengunjungi dan membeli batik di Siraman,” ujarnya. (Kandar)

Komentar

Komentar