Dukung Promosi Batik, Pemdes Siraman Siap Berikan Kios

oleh -
Ketua PKK Desa Siraman, Neni sumasih didampingi rekan-rekannya. KH/ Kandar
iklan dispar
Ketua PKK Desa Siraman, Neni sumasih didampingi rekan-rekannya. KH/ Kandar

WONOSARI, (KH)— Pelatihan batik bagi ibu-ibu PKK Desa Siraman bersama fasilitator dari Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) selesai. Penutupan pelatihan yang dihadiri Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah S. Sos dilaksanakan pada Senin, (16/1/2017).

Setelah BBLM memberikan fasilitas berupa dampingan pelatihan selama 5 hari, serta stimulan seperangkat alat batik dan bahan kain, diharapkan Pemda Gunungkidul ikut andil demi kelangsungan produksi batik. Kelangsungan dimaksudkan mencakup produksi secara kontinyu dan terus menerus.

Untuk itu diperlukan pasar atau konsumen sebagai penerima produk. Dalam kesempatan tersebut, Badingah berencana akan mengupayakan setiap ada kesempatan agar produk batik PKK Siraman semakin dikenal luas.

Sementara itu, pemdes Siraman juga menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh agar produk batik laku terjual. Sebagaimana disampaikan Kepala Desa Siraman, Damiyo, berjanji akan memberikan fasilitas tempat promosi.

“Kami akan menyediakan ruko atau kios pemajangan produk-produk batik Siraman. Rencananya akan kita tempatkan di jalur ring road selatan, atau tepatnya di Padukuhan Seneng, Desa  Siraman,” tandas Damiyo.

Selain itu, pihaknya juga berjanji akan memberikan alokasi anggaran dari dana desa untuk pembelian bahan dan keperluan lain melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Besaran dana disebutkan mencapai Rp. 60 juta untuk tahun 2017 ini.

Terpisah, PKK Desa Siraman mengaku akan memanfaatkan hasil pelatihan dan fasilitas dukungan dari semua pihak secara maksimal. Ketua PKK, Neni sumasih menuturkan, pelatihan yang diberikan memiliki manfaat yang besar. Dari yang sebelumnya buta akan dunia batik kemudian dilatih hingga menjadi mampu memproduksi batik.

“Kami juga berencana iuran untuk menambah modal melengkapi dukungan dana dari Pemdes, utamanya untuk pembelian bahan kain,” jelas Neni.

Dia menambahkan, selama pelatihan 30 peserta berhasil membuat 60 kain batik ukuran 2 meteran. Sembari menunggu realisasi kios, pemasaran akan dilakukan di lingkup desa saja. misalnya dengan memajang kain batik di pintu pelayanan umum kantor desa.

Ditambahkan oleh salah satu peserta pelatihan, Suryaningsih, selain direncanakan dilakukan pemasaran di jalur wisata, akan diupayakan pemasaran secara online memanfaatkan berbagai media sosial. “Harga batik jenis cap produk kami setiap lembar antara Rp. 250 hingga Rp. 300 ribu,” terang Suryaningsih. (Kandar)

Komentar

Komentar