Berburu Rupiah Dengan Menjual Ayam Warna-warni

oleh -
iklan dispar

SEMANU, kabarhandayani.– Perkembangan jaman yang semakin maju, dan tantangan kehidupan yang semakin keras menuntut setiap orang untuk kreatif dan inovatif dalam mencari rejeki. Bekerja sebagai buruh, karyawan, petani, nelayan, peternak, pedagang atau PNS adalah pilihan.

Warsito (36) adalah salah satu yang kreatif dan inovatif dalam memilih pekerjaan. Warsito seorang penjual ayam warna atau ayam hias, kabarhandayani bertemu dengan Warsito saat acara Rasulan di Nitikan-Sambirejo, Semanu Senin Wage (9/6/2014) kemarin.

Warga asli Baleharjo, Wonosari ini menjelaskan, ia menekuni bisnis ini sekitar 2 tahun terakhir. Ia berjualan dengan berkelilingan ke tempat-tempat yang ada kegiatan hiburan dan ke sekolah-sekolah “Saya tidak hanya berjualan di rasulan saja , tetapi saya juga jualan di pasar pasar tradisional dan event-event seperti acara PAUD dan TK”, ujarnya.

Warsito menambahkan, pendapatan dari berjualan ayam hias cukup bagus, karena keuntungan perhari rata rata antara Rp. 75.000,00 – Rp. 200.000,00. Dia juga mengungkapkan, dalam sehari dapat menjual 300 ekor ayam hias dengan harga Rp. 4.000,00/ekor atau Rp. 10.000,00 mendapat 3 ekor ayam.

Warsito menambahkan, dia mendapatkan ayam yang masih kecil-kecil dari penjual bibit ayam dari peternakan ayam di kawasan Sambirejo-Mijahan dan Pragak, Semanu dengan harga per boxnya (berisi 100 ekor ayam) Rp.250.000,00 dan untuk pewarna dia menggunakan pewarna textile seharga Rp. 15.000,00 untuk 100 ekor ayam.

“Dengan berjualan ayam ini, keuntungan rata rata perbulan ya sekitar 2-3 juta, dan itu sudah cukup untuk memenuhi kehidupan keluarga kami dan dapat saya sisihkan untuk tabungan,” pungkas Warsito. (Agus_Jhody/Hfs)

Komentar

Komentar