Benar- Benar Demam Kirab, Cuma Satu RT Tetap Terlaksana

oleh -
Kirab Rasulan oleh warga Rt. 02 Padukuhan Dondong, Desa Jetis. KH
iklan dispar
Kirab Rasulan oleh warga Rt. 02 Padukuhan Dondong, Desa Jetis. KH
Kirab Rasulan oleh warga Rt. 02 Padukuhan Dondong, Desa Jetis. KH

SAPTOSARI, (KH)— Musim Rasulan atau Bersih desa di Gunungkidul disambut dengan berbagai aneka ragam kegiatan penyemarak, Seperti yang umum dilaksanakan beberapa tahun terakhir, kirab atau pawai menjadi pilihan favorit desa atau dusun menggelar tradisi ungkapan syukur ini.

Lazimnya, kirab budaya, potensi seni dan ekonomi dilaksanakan masyarakat dalam cakupan satu desa, atau beberapa dusun. Dilihat dari penyelenggara berdasar cakupan wilayah, sangat jarang dalam satu dusun melaksanakan kirab.

Tetapi, pada Senin, (15/8/2016) kemarin, terlaksana kirab Rasulan oleh kelompok masyarakat dengan cakupan wilayah yang lebih sempit lagi. Bahkan bisa jadi kirab ini merupakan rekor pelaksanaan kirab yang diselenggarakan oleh masyarakat berdasar pembagian wilayah paling kecil.

Pelaksana kirab tersebut yakni masyarakat Rt 02, Padukuhan Dondong, Desa Jetis, Kecamatan Saptosari. Meski sebatas wilayah Rukun Tetangga (RT), kirab tak kalah meriah dengan mengarak satu gunungan saja.

“Kita sudah sepakat melaksanakan kirab se Rt 02, tetapi tetap terbuka bagi Rt lain yang ingin berpartisipasi,” ujar Wuhadi, Ketua RT 02, Padukuhan Dondong.

Tak perlu perhatian banyak pihak, tanpa kedatangan baik dari Pemdes apalagi Kecamatan, kirab yang dilengkapi rombongan seni reog sukses digelar mengitari rute jalan kampung setempat.

“Peserta antara 80 hingga 100 warga, kirab merupakan yang pertama kalinya. Karena sudah menjadi keinginan warga, dengan kemampuan seadanya kirab berhasil terlaksana,” jelas Wuhadi. (Kandar)

Komentar

Komentar