Bau Sampah TPAS Wukirsari Tercium Hingga Radius 1 Kilometer

oleh -
Wabup Gunungkidul memeriksa TPAS Wukirsari. Foto: Juju.
iklan dispar
Wabup Gunungkidul memeriksa TPAS Wukirsari. Foto: Juju.
Wabup Gunungkidul memeriksa TPAS Wukirsari. Foto: Juju.

WONOSARI, (KH ) —  Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi bersama tokoh masyarakat Padukuhan Wukirsari, Baleharjo meninjau Tempat Pembuangan Akhir Sampah  (TPAS) Wukirsari. Peninjauan TPAS, menyusul adanya bau menyengat yang dirasakan oleh warga sekitar TPAS.

Kepala Padukuhan Wukirsari, Sutrisno mengatakan, bau menyengat yang dirasakan warga sudah terjadi sejak 2 bulan lalu. Dia berharap masalah tersebut dapat segera diatasi, sehingga masyarakat yang berada di sekitar TPAS dapat terhindar dari bau yang tidak sedap.

“Kalau memang pas bau, masyarakat memang resah. Kita khawatir jika tidak segera diatasi, akan berdampak pada kesehatan masyarakat,” katanya. Sabtu (10/1/2015).

Sementara, Ketua RT. 06 RW. 03, Wukirsari, Sunardi mengatakan, bau menyengat yang dirasakan warga dirasakan pada radius 1 km. Bau muncul  pada sore hari sekitar Pukul 16.00-17.00 WIB. Bau menyengat ini dirasakan oleh 71 kepala keluarga.

“Tiga RT yang kena dampak ini, RT. 06, RT. 07 dan RT. 08. Jika sore hari, baunya sangat menyengat. Ini butuh perhatian pemerintah,” paparnya.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengaku sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) ,terkait bau sampah tersebut. Menurutnya DPU harus segera mengambil langkah, agar bau yang ditimbulkan tidak semakin meresahkan warga.

“Berdasarkan masukan dari perangkat desa, bau sampah ini muncul karena sampah yang tidak ditimbun. Biasanya sampah setelah diratakan, ditimbun dengan tanah. Hal ini yang tidak dikerjakan oleh para pekerja,” katanya.

Immawan berharap, cara sederhana yang biasa dilakukan, seperti penimbunan sampah dengan tanah atau pasir, harus rutin dilakukan. Dengan demikian, sampah tidak lagi menimbulkan bau, sehingga tidak meresahkan warga.

“Pengelolaan sampah (TPAS) di Wukirsari bisa digunakan sebagai bio gas, tetapi ini membutuhkan persiapan yang matang. Kita berharap, cara sederhana yang biasa dilakukan atau sistem (Sanitasi Landfill), dapat dilakukan dengan rutin,” jelasnya.

Terpisah, staf pengelolaan sampah TPAS Wukirsari, Giyanto menegaskan, Sanitasi Lanffill yang biasa dilakukan sedikit menemui masalah akibat musim hujan. Alat berat yang biasa digunakan untuk mengeruk tanah, tidak bisa berjalan maksimal.

“Saat ini kita masih melalukan pemadatan, supaya alat berat yang biasa menimbun sampah, nantinya  akan bisa berjalan. Sesuai arahan wakil bupati, akan segera kita lakukan penimbunan secara rutin,” kilahnya. (Juju/Tty)

Komentar

Komentar