Baru Saja Ciptakan Mesin Penghasil Pemberat Jala Ikan, Zainal Dapat Order 5 Ton

oleh -
Zainal Arifin menunjukkan mesin dan produk yang dihasilkan. (KH/Kandar)
iklan dispar

Untuk mendongkrak penjualan ia juga bergabung group nelayan atau jualan jala ikan. Dari sana banyak yang menghubungi termasuk beberapa pengusaha penyedia jala ikan berskala besar. Banyaknya permintaan tak lepas dari situasi pandemi COVID-19. Sebab pabrik-pabrik di Jakarta penghasil produk serupa di larang beroperasi dengan alasan mengurangi kerumunan.

“Sejak Mei-Juni lalu sampai minggu ini sudah mengirim sekitar 5 ton. Harga dari saya Rp 25 ribu tiap kilogram,” terang Zainal. Sehingga dari penjualan produk karyanya itu hingga saat ia memperoleh pendapatan kotor sekitar Rp 125 juta.

Melalui group jual beli facebook dan relasi, pesanan produk rantai jala ikan terus berdatangan. Untuk menyelesaikan tahap finishing, ia melibatkan setidaknya 30-an ibu rumah tangga di sekitar tempatnya tinggal.

Ibu-ibu rumah tangga setiap mengambil mata rantai untuk disambung dikemas tiap 10 kilogram. Tiap 10 kilogram cincin atau mata rantai akan selesai disambung menjadi rantai selama 2-3 hari. Ibu-ibu rumah tangga itu diberi upah Rp 3 ribu untuk tiap 1 kilogram.

Lebih jauh Zainal memaparkan, untuk membuat cincin rantai ia membuat dua mesin. Mesin pertama berfungsi merubah bahan kawat menjadi kawat berbentuk per atau spiral yang rapat. Kemudian satu mesin lagi berfungsi sebagai cutting atau pemotong kawat spiral menjadi cincin-cincin rantai. Tahap finishing penyambungan mata rantai itu dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga.

Mesin cutting tampak samping. (KH/Kandar)

“Saya bangga bisa memberdayakan ibu-ibu. Mereka memperoleh pekerjaan sampingan selain bertani,” ujar Zainal.

Pekan lalu, mesin karyanya itu diikutkan dalam lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenovamaskat) yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul. Atas penilaian dewan juri, melihat sisi kreativitas dan segi manfaat bagi lingkungan, mesin buatan Zainal memperoleh juar 1.

Terpisah, Kepala Bidang Litbang dan Pengendalian Bappeda Kabupaten Gunungkidul, Rismiyadi, SP., M.Si., mengatakan, lomba Krenovamaskat bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi masyarakat Kabupaten Gunungkidul dalam bentuk karya penelitian, pengembangan, dan atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis dalam konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti ilmu teknik, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial termasuk pemanfaatan teknologi tepat guna.

Komentar

Komentar