Awas, Sarang Nyamuk Mulai Bermunculan

oleh -
Sanitasi Kotor Rentan Sarang Nyamuk. Foto: Maryanto.
kadhung tresno
Sanitasi Kotor Rentan Sarang Nyamuk. Foto: Maryanto.
Sanitasi Kotor Rentan Sarang Nyamuk. Foto: Maryanto.

WONOSARI, (KH) — Intensitas hujan yang semakin tinggi mengguyur Gunungkidul membuat sarang nyamuk semakin banyak ditemukan di sembarang tempat. Bila tidak dibersihkan secara berkala, hal ini dapat menjadi sumber penyakit yang disebabkan oleh nyamuk.

Pantauan KH di lokasi Jalan Baron serta beberapa daerah di Kecamatan Wonosari, sarang nyamuk banyak ditemukan di wadah-wadah kaleng, botol, peralatan dapur tak terpakai, tempurung kelapa, potongan bambu, dan tanah endapan air di pekarangan rumah serta di pinggir jalan. Beberapa sarangĀ  telah terlihat begitu banyak jentik nyamuk di dalamnya.

Sebagian besar sarang nyamuk yang ditemukan adalah pada genangan air di kemasan plastik botol minuman yang kemungkinan tadinya dibuang sembarangan di pinggir jalan. Barang-barang ini juga banyak ditemukan di tempat pembuangan sampah.

Telah diketahui, jentik nyamuk ini nantinya merupakan sumber penyakit seperti malaria, demam berdarah, dan chikungunya. Jentik ini akan berubah menjadi nyamuk dalam waktu yang cukup singkat.

Guna mengantisipasi perkembangan nyamuk, Ida seorang Warga Desa Mulo berusaha menggerakkan warga untuk membersihkan benda-benda yang dapat menampung air hujan dan dijadikan sarang jentik nyamuk. Menurutnya, tak ada gunanya bila hanya ia saja yang membersihkan sarang nyamuk, namun hal ini perlu kerja sama antar warga agar nyamuk benar-benar tidak bisa berkembang biak.

“Kalau hanya satu atau dua orang yang bersih-bersih ya percuma. Bisa saja pekarangan saya bersih tapi tetangga membiarkan pekarangannya jadi sarang nyamuk. Orang yang menjaga kebersihan kan tetap terkena imbas dari tetangganya tadi,” jelasnya, Selasa (2/11).

Lanjut Ida, perlu kesadaran yang tinggi agar warga benar-benar mengerti arti penting kebersihan lingkungan bagi kesehatan. Kebanyakan warga tak menyadari bahwa kebiasaan membiarkan pekarangan menjadi sarang nyamuk ternyata bisa merugikan orang lain.

“Kalau sudah ada yang terjangkit malaria atau DBD biasanya mereka baru bersih-bersih sarang nyamuk. Parahnya lagi, banyak warga yang menyalahkan pemerintah karena dianggap tak berusaha berantas DBD padahal warganya sendiri yang sebenarnya membiarkan penyebaran DBD itu,” pungkasnya.(Sumaryanto/Bara)

Komentar

Komentar