Askab PSSI Gunungkidul Gelar Konggres, SSB Gunungkidul Tertinggal Jauh dengan Kabupaten Lain

oleh -
sepak bola
Konggres Askab PSSI Gunungkidul. (dok. Humas Pemkab Gunungkidul)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Asosiasi Kabupaten (ASKAB) PSSI Gunungkidul mengelar konggres lanjutan Sabtu (18/9/2021) di Wonosari. Konggres dibuka secara resmi oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta dengan meniupkan peluit sebanyak tiga kali.

Setelah terpilih Joko Pitoyo sebagai ketua, melalui konggres lanjutan, pengurus terpilih melalui aklamasi menduduki jabatan wakil ketua dan 3 executive comitte. Diantaranya Wakil Ketua dijabat Fahmi Kurniawan di bantu 3 executive comitte antara lain Andi taufik, Ponang Ifnu Riyanto dan Marsudi.

Wakil ketua PSSI DIY Wahyudi Kurniawan saat hadir hadir pada konggres mengatakan, PSSI sebagai asosiasi dibidang keolahragaan sepakbola khususnya Gunungkidul masih menghadapi banyak tantangan. Pengurus dan jajarannya diharapkan segera mencari solusi serta jalan keluarnya.

“Dengan potensi 62 klub sepak bola di Gunungkidul serta telah terlaksananya konggres ini semoga  mendongkrak optimisme dan spirit,” kata Wahyudi.

Melihat kondisi persepakbolaan di Gunungkidul sejauh ini, ia masih menginginkan terjadinya perkembangan hingga kemudian kedepan dapat memberikan kontribusi terhadap PSSI. Dengan kelengkapan pengurus Askab PSSI yang baru, proggres persepakbolaan di Gunungkidul diharapkan semakin baik dari waktu ke waktu.

“Semoga terwujud satu pola pembinaan berjenjang dan berkelanjutan. Tidak hanya jenjang anak, namun juga junior dan senior. Selain itu diharapkan mampu meningkatkan kompetensi wasit maupun pelatih yang saat ini masih berlisensi C,” imbuh Wahyudi.

Berdasar pengamatannya, 38 SSB yang ada di Gunungkidul masih tertinggal jauh dibanding kabupaten lain, contohnya Sleman.

Wahyudi menyebut, potensi persepakbolaan Gunungkidul tak bisa diremehkan. Sebab, terbukti pernah muncul atlet sepakbola dari Gunungkidul masuk tim nasional.

“Kiranya masih banyak infrastruktur pendukung yang masih perlu di benahi berikut penyelenggaraan kompetisi yang harus dijalankan secara profesional,” tutur Wahyudi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta meyakini ada potensi besar dalam bidang keolahragaan dari Gunungkidul. Pemerintah daerah akan berupaya mewujudkan sarana dan prasarana penunjang seperti pembangunan sport center.

“Pembangunan infrastruktur berupa venue-venue berbagai jenis atau cabang olahraga kami sadari tidak serta merta bisa terwujud. Kami harap ada dukungan dengan semangat dari kawan-kawan,” kata Sunaryanta. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar