April Lalu Mati Positif Antraks, Kini Sapi Jumiyo Mati Lagi

oleh -
Penguburan sapi mati di Karangmojo. foto: ist.
iklan dispar

KARANGMOJO, (KH),– Warga Grogol RT.03 RW.04, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Jumiyo kembali kehilangan sapi karena mati, Kamis, (27/6/2019). Kematian sapi miliknya kali merupakan yang kedua kalinya usai sapi pertama mati pada 29 April 2019 lalu.

Berdasar penelusuran Dinas Pertanian dan Pangan, diketahui sapi dewasa tersebut sudah mengalami penurunan nafsu makan sejak Rabu (26/6) kemarin.

“Petugas sudah mengambil sampel sapi untuk pengecekan laboratorium,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto.

Usai mendapat laporan, kata dia, petugas kesehatan hewan, langsung melakukan koordinasi dengan kecamatan untuk memeriksa kematian sapi berwarna cokelat tersebut.

Usai diperiksa serta diambil sampelnya, sapi yang mati kemudian dikubur. Penguburan sapi dilaksanakan bersama beberapa pihak, dianataranya Babinsa serta perwakilan dari desa dan kecamatan.

“Berbagai upaya penanggulangan hingga saat ini terus dilakukan guna meminimalisir  penyebaran dan menghilangkan virus antraks. Salah satunya melalui vaksinasi,” terang Bambang.

Pihaknya juga telah melakukan mapping zona risiko penularan antraks. Zona merah antraks setidaknya terdiri dari 8 padukuhan dari dua desa. Zona merah antraks meliputi di Padukuhan Grogol I, Grogol II, Grogol III, Grogol IV, Grogol V Desa Bejiharjo, serta Padukuhan Tawarsari dan Padukuhan Kajar 3 di Desa Karangtengah.

“Pada zona merah antraks ternak yang terancam terdiri dari 386 sapi, 928 kambing dan 10 domba,” rinci dia.

Sedangkan untuk zona kuning berada di Padukuhan Gunungsari, Banyubening I, Banyubening II, Kulwo Desa Bejiharjo, Kedung I, Kedung II, Desa Karang Tengah, Budegan I, Budegan II, Desa Piyamam dan Selang II, Desa Selang. Dalam zona ini terdapat ternak sapi sebanyak 839 ekor, ternak kambing 1.852 ekor dan 30 ekor domba.

“Gunungkidul menadapat jatah 5.000 dosis vaksin dari Kementrian Pertanian. Dari jumlah tersebut diperkirakan sedikitnya ada 10.000 ternak yang bisa mendapatkan vaksin,” pungkas Bambang. (Kandar)

Komentar

Komentar