Bibit Jambu Mete ‘Meteor’ Dari Semanu Diminati Di Berbagai Wilayah

oleh
Bibit Jambu Mete yang dibudidayakan Muhadi. KH/ Kandar.

SEMANU, (KH),– Kulitas rasa olahan biji jambu mede atau jambu mete tak diragukan lagi. Karenanya harganya pun cukup fantastis. Di Gunungkidul terdapat beberapa blok wilayah sebagai penghasil tinggi biji jambu mete. Wilayah tersebut antara lain di wilayah Rejosari, Semin dan Semanu.

Tak hanya sebagai penghasil biji jambu, di Padukuhan Ngaglik, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu juga terdapat warga sebagai pembudidaya bibit.

Adalah Muhadi (60), ketua kelompok tani Sedyo Utomo ini melayani penjualan benih biji maupun bibit hasil persemaian jambu mete varietas Meteor ke berbagai wilayah.

“Awalnya benih biji yang dijual, 3 tahun terakhir melayani dalam bentuk bibit hasil persemaian,” kata dia, Kamis, (27/6/2019).

Dirinya menyemaikan biji jambu mete berdasar pesanan. Beberapa wilayah yang telah meminta bibit kepadanya diantaranya Wonogiri, Purworejo dan Semarang. Jumlah permintaan masing-masing wilayah berbeda-beda mulai dari 1.000 hingga 5.000 bibit.

Dirinya mengaku mendapat pelatihan dari Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Propinsi DIY terkait bagaimana memilih biji sebagai benih hingga bagaimana menyemaikan biji mete tersebut.

“Dahulu biji juga dikirim higga ke Nusa Tenggara Barat,” timpal dia. Belakangan, ketentuan biji yang layak bibit cukup ketat. Sebelum layak dikirim ke luar wilayah sejumlah tahapan seleksi harus ditempuh. Uji laboratorium terlebih dahulu diterapkan guna mengetahui mutu fisik dan fisiologi benih. Sehingga jika ditanam dapat tumbuh dengan baik.

Dirinya mengungkapkan, aturan biji yang layak sebagai benih salah satunya dalam satu kilogram jumlah bijinya tak boleh lebih dari 150 butir. Benar-benar dipilih kumpulan biji berukuran besar.

“Kemarin dari biji sebanyak 1 ton hanya diperoleh bibit 30 kilogram. Ketat sekali. Selain ketentuan tersebut kadar air juga harus memenuhi syarat,” ungkap Muhadi.

Lelaki berjanggut ini menambahkan, untuk ketentuan bibit hasil persemaian yang layak mendapat sertifikasi diantaranya memiliki tinggi batang 30 cm, serta memiliki diameter 7 milimeter.

Saat ini, di kawasan lahan kebun Jambu Mete di 4 padukuhan di Desa Ngeposari, meliputi Semanu dinilai cukup padat pohon jambu mete. Di sela lahan jambu mete tersebut masih ditanami oleh pemilik lahan dengan tanaman palawija, meski memang hasilnya tak maksimal. Muhadi dan pemilik pohon jambu mete lainnya belum berniat melakukan peremajaan pohon.

Komentar

Komentar