Antisipasi Corona, Pemkab Gunungkidul Berencana Bikin Pos Screening Pemudik

oleh -
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawati (berkerudung) didampingi jajaran Dinkes. (KH/ Kandar)
iklan-idul-fitri-smkn3-wno

WONOSARI, (KH),– Ditengah pandemi Virus Corona Diseae 2019 atau Covid-19 lonjakan pemudik ke Gunungkidul dari berbagai kota naik signifikan. Bupati Gunungkidul menyebutkan, data pada Kamis, (26/3/2020) kemarin ada sebanyak 1.188 pemudik.

Dari ribuan pemudik tersebut, jumlah terbanyak menuju kampung halaman di Playen, Nglipar, dan Semanu.

iklan kejari

Saat ini dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Covid-19 pihaknya menghimbau agar perantau asal Gunungkidul tidak pulang kampung terlebih dahulu. Sebab, hal tersebut sangat berisiko semakin memperparah penularan Covid-19.

Dalam kesemptan berbeda, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mengungkapkan, Gugus Tugas penanganan Covid-19 di Gunungkidul berencana membuat pos pantau pemudik di tiap pintu masuk Gunungkidul.

“Di setiap pintu masuk direncanakan ada pos. Sehingga nanti jika bus atau mobil masuk ada tim yang melakukan screening periksa suhu tubuh dan kesehatan pemudik,” kata Dewi Irawati, Kamis, (26/3/2020).

Sambung dia, jika pemudik lolos pemeriksaan kesehatan atau tidak terdapat gejala, maka diperbolehkan pulang lantas melakukan self monitoring sekaligus mengisolasi diri minimal 14 hari.

Kemudian, Kata Dewi lagi, jika pemudik mengalami keluhan dengan kesehatannya maka harus ke fasilitas pelayanan kesehatan secepatnya.

Pihaknya menambahkan, terkait penanganan Covid-19, telah disusun pula kebutuhan anggaran yang dibutuhkan. Beberapa kali pembahasan jumlahnya selalu berubah. Yang terakhir akumulasi kebutuhan anggaran mencapai Rp. 8 Miliar.

“Sebagian besar diperuntukkan untuk membayar klaim dari rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan yang merawat pasien terkait Covid-19. Selain itu untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) petugas medis,” kata dia. (Kandar)

hut gk kh

Komentar

Komentar