Ancaman Itu Saya Anggap Angin Lalu

oleh -
kadhung tresno

WONOSARI, kabarhandayani,– Anggota Panitia Pengawas Pemilu Budi Hariyanto mendapat teror saat masa tenang Pemilihan Presiden 6-8 Juli 2014 kemarin. Teror melalui pesan singkat atau SMS tersebut diterimanya pada hari Selasa 8 Juli 2014 pukul 12.15 WIB. 

Teror lewat SMS itu berbunyi ancaman akan mencari Budi jika salah satu calon kalah dalam Pilpres. Tetapi dalam sms tersebut tidak jelas calon siapa yang dimaksud. Diduga teror ini dilakukan untuk mengalihkan perhatian panwas saat masa tenang berlangsung. 

Kalau sampai jago kalah di Gunungkidul, semua ini karena kicauanmu saat sosialisasi pembekalan dan kata lantangmu di media, dan itu tidak akan saya lupakan sampai kapanpun, Ingat itu ! Dan anda adalah orang yang pertama kali akan saya cari,” bunyi pesan itu. 

Menurut Budi, teror SMS tersebut hanya iseng yang sengaja dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengalihkan konsentrasi pengawasan. Sebab dalam masa tenang tersebut merupakan masa rawan yang harus mendapatkan pengawasan ketat dari Panwaslu. 

“Saya yakin hanya orang iseng saja yang melakukan sebab orang tersebut tidak gentle menyebutkan calon yang dimaksud kalah itu dari calon nomor 1 apa calon nomor 2, jadi saya biarkan saja,” ungkap Budi Kamis (10/7/2014). 

Budi mengaku belum secara resmi membawa masalah tersebut ke pihak Kepolisian. Tetapi pihaknya hingga saat ini terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengantisipasi kemungkinan yang terjadi. “Saat saya coba hubungi nomor tersebut sudah tidak aktif,” katanya. (Juju/Hfs)

Komentar

Komentar