Anak Mengunjungi, Si Ibu Gantung Diri

oleh -
ilustrasi bunuh diri
Ayo bantu cegah bunuh diri dengan peduli diri sendiri dan peduli sesama di dekat kita. Foto ilustrasi: Tribunjabar.
iklan golkar idup fitri

GUNUNGKIDUL, (KH),— Seorang ibu (S) berusia 61 tahun asal Kapanewon Panggang, Gunungkidul mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, Selasa, (10/5/2022).

Kapolsek Panggang, AKP Ahmad Fauzi Mulyono memberi informasi, kematian tak wajar si ibu itu diketahui anak kandung sendiri.

Tindakan bunuh diri dilakukan jelang tengah hari. Persis sebelum anaknya tiba di kediaman si ibu.

“Anak kandung bersama menantunya datang. Setiba di dapur melihat perabot dapur kotor kemudian berniat mencucinya. Persis di dekat kamar mandi, anaknya justru menemui ibunya gantung diri,” kata AKP Ahmad Fauzi.

Anak kandung lantas memekik berteriak memanggil suami. Keduanya pun kemudian meminta tolong warga sekitar.

Kabar duka itu lantas disampaikan ke polisi. Bersama petugas Puskesmas, polisi melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap jasad si ibu. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya penganiayaan, atau mungkin karena faktor lain.

Petugas tak menemukan keganjilan. Si ibu itu dipastikan meninggal dunia akibat bunuh diri.

Penelusuran pun dilakukan. Muncul cerita persoalan yang disebut-sebut warga sedang membelit si ibu belakangan ini. Si ibu punya tanggungan hutang, baik ke perseorangan dan rentenir (bank plecit). Namun, meski begitu, tak ada yang tahu secara pasti, apakah hutang piutang itu menjadi pencetus tindakan si ibu bunuh diri. (Kandar)

***

Catatan Redaksi:

  1. Kejadian bunuh diri adalah peristiwa kemanusiaan dan problema kita bersama. Bunuh diri dapat menimpa siapa saja tanpa memandang status sosial, pendidikan, agama, jender, dan atribut-atribut lainnya.
  2. Ayo bantu ringankan beban dan pulihkan keluarga terdampak bunuh diri. Berhentilah mencemooh, mengolok-olok atau menghujat orang/keluarga penyintas bunuh diri.
  3. Ayo bantu cegah bunuh diri di Gunungkidul dengan cara peduli kondisi fisik dan kejiwaan anggota keluarga, sanak saudara, dan sesama. Ayo berikan bantuan kepada sesama yang memerlukan dukungan permasalahan kejiwaan dari hal terkecil yang bisa kita lakukan, paling tidak dengan menjaga sikap dan perkataan yang melukai batin sesama.
  4. Ayo menyambungkan sesama yang membutuhkan pertolongan problema kejiwaan dengan layanan konseling kepada pemuka masyarakat, atau kepada pemuka agama, atau kepada layanan kesehatan terdekat (Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit). Peduli dan upaya menyambungkan tersebut dapat menjadi upaya preventif mencegah bunuh diri.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar