Aji Guro Mandala digelar di Wonosari

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, (KH) — Selasa malam (14/10/2014) giliran Kecamatan Wonosari menggelar pentas seni ketoprak. Pergelaran seni ini dalam rangka Program Pengelolaan Keragaman Budaya kegiatan Promosi dan Publikasi Seni Budaya Kab.Gunungkidul. Atas beberapa pertimbangan pentas kesenian tersebut tidak digelar di pusat Kecamatan Wonosari,namun bertempat di lapangan depan Balai Desa Pulutan.
Disampaikan Sukisno Hadi selaku asisten sutradara, grup ketoprak kecamatan Wonosari membawakan lakon Aji Guro Mandala.Penulis naskah dipercayakan kepada Jhony Gunawan seorang pemerhati ketoprak dari Gunungkidul,sedangkan Waluyo sebagai sutradara.
“Ketoprak dengan lakon Aji Guro Mandala tersebut mengisahkan tentang upaya Tumenggung Rogo Joyo dalam merongrong Kerajaan Pajang, karena tidak rela kerajaan dipimpin oleh seorang raja dari desa yaitu Sultan Hadi Wijaya atau dikenal dengan sebutan Mas Karebet,”jelas Sukisno.
Upaya tersebut dibantu oleh para berandal namun dapat digagalkan oleh anaknya sendiri, yaitu Joko Pandan. Kesaktian ilmu kanuragan Aji Guro Mandala yang dimiliki Rogo Joyo dapat ditandingi oleh Joko Pandan, karena ia memiliki kesaktian Ilmu serupa.
Ilmu kanuragan tersebut tak dapat diajarkan dan ditularkan, akan tetapi secara otomatis akan turun kepada anak laki-laki pertama. Karena sempat berpisah dalam waktu yang lama, awalnya Rogo Joyo tidak tahu jika berperang melawan putranya sendiri. Dirinya baru sadar setelah dipisah oleh Ki Giring yang merupakan
guru bapak dan anak tersebut, Rogo Joyo dan Joko Pandan.
Pementasan tersebut benar-benar mendapat sambutan hangat oleh warga, ribuan penonton dari Desa Pulutan dan sekitarnya memadati lapangan untuk menyaksikan. Sesuai alasan pemilihan tempat pertunjukan yang disampaikan Lasto, salah satu pemeran, bahwa tujuannya untuk memberikan hiburan khususnya di wilayah Kecamatan Wonosari yang dinilai masih jarang akan hiburan.
“Kalau di Wonosari sudah terlalu sering ada pertunjukan hiburan, pentas ini diperuntukan bagi warga pinggiran Kecamatan Wonosari,” katanya.
Irfan Ratnadi selaku penata laku menambahkan, jumlah keseluruhan pemain sebanyak 39 orang yang berasal dari perwakilan desa  se Kecamatan Wonosari, kemudian ditambah sekitar 19 wiyogo serta waranggono. “Anggota memang kebanyakan dari Kepek, sisanya berasal dari perwakilan di desa lain,” tambahnya.
Selain di lapangan desa Pulutan, pergelaran seni dalam rangka Program Pengelolaan Keragaman Budaya kegiatan Promosi dan Publikasi Seni Budaya Kab.Gunungkidul pada Selasa malam ini digelar serentak di empat tempat,yaitu di Balai Desa Plembutan Playen,Pendopo KecamatanTanjungsari dan di lapangan desa Watusigar Ngawen. (Kandar/Bara)

Komentar

Komentar