Ahnaf Terpilih Sebagai Peneliti Cilik Unggul Se-Indonesia

oleh -
Ahnaf dan ayahanda Pujiyanto di Ajang KJSA 2016. KH/S. Yanto
iklan dispar
Ahnaf dan ayahanda Pujiyanto di Ajang KJSA 2016. KH/S. Yanto
Ahnaf dan ayahanda Pujiyanto di Ajang KJSA 2016. KH/S. Yanto

WONOSARI, (KH)— Keberangkatan Ahnaf Fauzi Zulkarnain ke Jakarta dalam ajang lomba sains Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2016  di Jakarta tak sia-sia. Karya sains berupa alat perontok jagung dan pemotong ketela milik Ahnaf akhirnya mampu menarik perhatian juri hingga memberikan nilai terbaik padanya.

Di penghujung event, Siswa kelas 5 SD Karangrejek II ini mampu meraih prestasi gemilang dengan dinobatkan sebagai salah satu peneliti cilik unggul dari yang terbaik se-Indonesia. Atas keberhasilannya, Ahnaf berhak atas hadiah berupa uang tunai puluhan juta rupiah.

Tak hanya itu yang ia dapatkan, dari perlombaan itu Ahnaf juga mendapatkan pengalaman berharga dari berbagai kegiatan yang telah dijadwalkan penitia selama enam hari. Beberapa hari di sana ia berkesempatan bertukar pikiran dengan peserta lain, diskusi, hingga menimba ilmu dari para nara sumber yang berkiprah di bidang sains dan teknologi.

Keberhasilan Ahnaf ini berkat bimbingan guru sekaligus ayah kandungnya, Pujiyanto S Pdi, yang juga berprofesi sebagai guru tidak tetap di SD Karangrejek II. Selain itu dukungan dari pihak sekolah terutama kepala sekolah sangat memotivasi perjuangan anak didiknya yang mampu meraih keberhasilan di ajang bergengsi ini.

“Dari 18 peserta terbaik yang masuk final, terpilih 9 peserta yang dinobatkan sebagai Peneliti Cilik Unggul dari yang Terbaik Se-Indonesia. Jadi tidak ada juara satu, juara dua, atau pun juara 3. Alhamdulillah, salah satunya adalah Ahnaf,” jelas Pujiyanto, Sabtu (30/7/2016) di ruang kerjanya.

Pujiyanto menambahkan bahwa karya sains karya putranya ini nanti akan terus dikembangkan agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain itu karya sains ini diharapkan mampu memberikan motivasi bagi teman dan siswa lain agar mampu memunculkan ide kreatif lainnya.

“Masih banyak yang perlu dievaluasi, seperti getaran alat itu juga masih besar. Tapi nantinya akan dikembangkan terus sehingga alat itu tidak hanya berhenti pada perlombaan ini saja,” lanjutnya.

Ajang KJSA 2016 ini merupakan sebuah event perlombaan sains yang dipersembahkan oleh sebuah perusahaan besar di Indonesia. Perlombaan sains nasional ini khusus diperuntukkan bagi siswa/siswi tingkat sekolah dasar yang bisa diikuti peserta dari seluruh Indonesia.

Sebelum meraih juara, Ahnaf harus bersaing dengan peserta KJSA 2016 lain yang mencapai 917 karya sains dari 358 sekolah di 23 provinsi Indonesia. Berdasarkan proses penjurian pertama dari berkas karya sains dari seluruh peserta KJSA 2016, dinilai dan dipilih karya sains terbaik yang masuk dalam 18 finalis.

Setelah itu dipilih 9 karya sains terbaik dan 9 peneliti cilik unggul dari 18 finalis. Penjaringan 9 peneliti unggul ini berlangsung di Desa Wisata, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta yang diselenggarakan dari Minggu 24 Juli 2016 hingga 29 Juli 2016. (S.Yanto)

Komentar

Komentar