Ahnaf Masuk 18 Finalis Peneliti Cilik KJSA 2016 di Jakarta

oleh -
Ahnaf Fauzy Zulkarnaen bersama guru pembimbing dan Kepala Sekolah SDN 2 Karangrejek. KH/ S. Yanto
iklan dispar
Ahnaf Fauzy Zulkarnaen bersama guru pembimbing dan Kepala Sekolah SDN 2 Karangrejek. KH/ S. Yanto
Ahnaf Fauzy Zulkarnaen bersama guru pembimbing dan Kepala Sekolah SDN 2 Karangrejek. KH/ S. Yanto

WONOSARI, (KH)— Munculnya para peneliti dan para kreator dari Gunungkidul semakin membanggakan. Kali ini kreator cilik yang mampu membanggakan nama daerah serta dapat menjadi harapan dimasa depan adalah Ahnaf Fauzi Zulkarnain. Siswa kelas 5 SD Karangrejek II ini berhasil menembus 18 besar sebagai grand finalis event pencarian peneliti cilik di ajang Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2016.

Keberhasilan Ahnaf ini berkat bimbingan guru sekaligus ayah kandungnya, Pujiyanto SPdi, yang juga berprofesi sebagai guru tidak tetap di SD Karangrejek II. Selain itu dukungan dari pihak sekolah terutama kepala sekolah dalam memotivasi perjuangan anak didiknya sehingga mampu berkiprah di ajang bergengsi ini.

Ajang KJSA 2016 ini merupakan sebuah event perlombaan sains yang dipersembahkan oleh sebuah perusahaan besar di Indonesia. Perlombaan sains nasional ini khusus diperuntukkan bagi siswa/siswi tingkat sekolah dasar dengan sasaran peserta dari seluruh Indonesia.

Sebelum masuk 18 besar, Ahnaf harus bersaing dengan peserta lain yang mencapai 917 karya sains dari 358 sekolah di 23 provinsi Indonesia. Berdasarkan proses penjurian pertama dari berkas karya sains dari seluruh peserta KJSA 2016, telah dinilai dan dipilih karya sains terbaik yang masuk dalam 18 finalis.

Dari 18 finalis yang terjaring, selanjutnya akan diadakan penjurian tahap II yang akan berlangsung di Desa Wisata, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta dari hari Minggu, 24 Juli 2016 hingga 29 Juli 2016. Pada tahap ini akan dijaring 9 karya sains terbaik dan 9 peneliti cilik terbaik Indonesia.

Dalam mengikuti event selama di Jakarta, Ahnaf didampingi oleh satu orang pembimbing, Pujiyanto, yang mana merupakan ayah kandung dan gurunya. Pujiyanto menjelaskan, Ahnaf sangat ingin masuk dalam jajaran 9 peneliti cilik Indonesia ini.

Ahnaf begitu bersemangat mengikuti kejuaraan ini, sebagaimana cita-citanya suatu saat nanti dapat memberikan konstribusi teknologi tepat guna bagi masyarakat Gunungkidul. Dalam kegiatan perlombaan selama di Jakarta ini tidak hanya kegiatan penjurian saja, tetapi akan banyak serangkaian kegiatan lain yang pasti akan memberikan pengalaman yang sangat berharga.

“Kami berusaha agar dapat memberikan berbagai manfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Kita dapat secara langsung berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan di dunia dan menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat,” terang Pujiyanto, Sabtu (23/7/2016).

Puji menambahkan, KJSA 2016 dapat meningkatkan daya pikir analitis, kritis, kreatif, dan inovatif sehingga berguna bagi kemaslahatan hidup orang banyak di masa depan. Tentunya hal ini juga dapat memotivasi para peneliti-peneliti lain untuk mengembangkan inovasi teknologi sehingga mampu bersaing di dunia usaha.

Gunungkidul patut berbangga memiliki anak-anak penuh motivasi dalam pengembangan teknologi seperti Ahnaf. Perjuangan Ahnaf belum selesai, ia harus mempresentasikan karyanya di depan juri untuk mendapatkan hasil terbaik. Yang terpenting, karya sains Ahnaf tetap diupayakan pengembangan serta inovasinya sehingga benar memberikan manfaat seperti tujuan yang diharapkan.

Pada tahap 18 besar ini Ahnaf harus mampu bersaing dengan peneliti-peneliti cilik lain. Secara lengkap 18 finalis yang akan bersaing nanti adalah (1) Leon Immanuel dari SDK 6 BPK Penabur Bandung, (2) Amira Tresnakusuma Aisha dari Sekolah Kuntum Cemerlang Bandung, (3) Aisyah Dinda S & Azizah, Izzah, Kiesha dari SDIT Insantama Bogor, (4) Muhammad Daffa Rizki Ferdiansyah & Alya Salsabila Bisri SD Muhammadiyah 2 Gresik,

Selanjutnya ada (5) Nasya Nadhira Ghazyah & Nadiya Rahma Ihsandari dari SD Muhammadiyah Manyar Gresik. Kemudian (6) Callista Samantha Dina Charis dari SD Kanisius Jepara,

Dari Gunungkidul hanya ada satu peserta yaitu  (7) Ahnaf Fauzy Zulkarnain dari SDN Karangrejek II Kab. Gunung Kidul. Peserta selanjutnya (8) Octafianus Reno & Isak dari SDN 17 Nanga Bungan Kab. Kapuas Hulu, (9) Lambang Ardi Kusuma  A.R & Luthfi Azizah Khoironi SD Islam Almaarif 01 Singosari Kab. Malang,

Kemudian (10) Muh. Uswah Syukur dari SD Negeri 71 Pare Pare, (11) Davon Perry Nugroho dari SD Kristen Tri Tunggal Semarang, Selanjutnya (12) Fayaquna Wardah Islamadina dari SD Islam Al Azhar 29 BSB Semarang, (13) Yesaya Sandya Putra Prabaswara & Josephine Meisya Candrakanti dari SD Kristen Widya Wacana Jamsaren Solo, (14) Ardelia Luthfi Agata & Dewi Febria Adhaneira dari Young Edu Sains Surakarta,

Kemudian yang terakhir ada (15) Satrio Putro Harijadi & Jeremy Dominic Adestus Gerungan dari SD Yuwati Bhakti Sukabumi, (16) Juan Carlo Vieri & Eugenia Aileen Putrijaya dari SD Intan Permata Hati East Surabaya, (17) Jeff Nathan Setiawan & Matthew RadityaSidik dari Sekolah Harapan Bangsa Primary Modernhill Tangerang Selatan, (18) M. Attariza Wanggono dari SDIT AT–Taqwa Surabaya.

Para peneliti-peneliti cilik ini nantinya akan saling berlomba menguatkan dan meyakinkan juri untuk memberikan nilai terbaik baginya. Kedelapan karya sains yang nanti akan dihadapi juri dalam KJSA 2016 ini meliputi Pompa Sederhana Penekan Tahu (Pascalu), Biopori Reversible, Detektor Membaca Sehat (Tomat), Kandang Cerdas Teknologi Android, Alat Perontok Jagung Dan Pasah Singkong/Pisang, Tas Payung Serbaguna (Tangguna), Alat Pendeteksi Kesesuaian Buku dengan Jadwal Pelajaran, Smart Pencil Case, Kotak Pensil Pintar Beralarm yang Anti Ketinggalan dan Anti Kehilangan, Tongkat  Penuntun Surga, Portable Tangki Air Wc Jongkok, Tarik Srek-Srek Papan Tulis Bersih, ABC (Alarm Book Chores), dan Kancing Difable. (S.Yanto)

Komentar

Komentar