Ada SPBU Nakal, Masyarakat Diminta Lapor Ke Disperindag

oleh -
Disperindag Gunungkidul melakukan uji tera ulang di SPBU di Gunungkidul. foto: istimewa.
iklan dispar

GUNUNGKIDUL, (KH),– Ketepatan takaran Seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Kabupaten Gunungkidul menjadi perhatian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunungkidul (Disperindag). Disperindag saat ini memastikan seluruh SPBU di Kabupaten Gunungkidul tepat dalam takarannya. Ketepatan takaran di seluruh SPBU Kabupaten Gunungkidul sudah dites menggunakan alat tera.

“Kami adakan sidak dengan penera, mengecek seluruh dispenser bahan bakar. Semua kami tes menggunakan alat takar. Tera ulang fungsinya mengukur ketepatan BBM yang keluar dari nozzle,” ujar Kepala Seksi Metrologi Legal, Disperindag Kabupaten Gunungkidul, Andarwati belum lama ini.

Lebih lanjut ia mengatakan, setiap satu tahun sekali pihaknya mengecek seluruh SPBU yang ada di Kabupaten Gunungkidul mengenai jumlah bahan bakar yang keluar apakah sesuai atau tidak.

“Hal tersebut dilakukan dalam rangka melindungi konsumen dari SPBU nakal yang tidak pas dalam menakar BBM,” kata dia. Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk sama-sama mengawasi, melihat secara jeli ketika petugas mengisi BBM apakah mesin menunjukkan dimulai dari 0 atau tidak.

Saat ini Disperindag telah menghimbau agar SPBU selalu memasang tulisan “Pasti Pas”. Tulisan tersebut, menurutnya bisa membuat masyarakat semakin teliti dengan takaran yang ada.

“Dalam pelayanan seharusnya para pegawai juga harus mengatakan dan menunjukkan bahwa sebelum pengisian BBM dimulai dari nol kepada para konsumen. Karena saat start pengisian rawan penyelewengan,” jelasnya.

Terpisah, Kabid Perdagangan, Disperindag Kabupaten Gunungkidul Yuniarti Ekoningsih menyebut, adapun penyelewengan yang dilakukan oleh para pegawai SPBU nakal biasanya memang tidak pada ukuran per liter yang dikurangi. Namun pengisian yang tidak dimulai dari angka nol.

“Biasanya masyarakat tidak jeli dan apatis tidak membuat laporan, yang berisi kritik saran,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada masyarakat, demi kenyamanan bersama agar selalu jeli manakala mengisi BBM di SPBU. Paling tidak, ia meminta kepada masyarakat, untuk menyampaikan kritik dan saran kepada masing-masing SPBU apabila didapati saat mulai pengisian di mesin tidak mulai dari angka 0 liter dan 0 rupiah.

“Syukur-syukur kalau langsung laporan kepada kami, nanti langsung akan kami beri peringatan bagi SPBU yang nakal,” pungkasnya. (Kandar)

Komentar

Komentar