
SAPTOSARI, (KH) — Warga nelayan pencari lobster di Pantai Ngedan akhir-akhir ini mengeluh karena menurunnya jumlah tangkapan dari waktu biasanya. Warga yang sebagian tinggal di Padukuhan Bedalo, Desa Krambilsawit, Saptosari ini beralih mencari rumput laut.
Terlebih lagi, menyusul adanya regulasi baru tentang penangkapan udang, semakin mengurangi pendapatan mereka. Mukijan salah satu nelayan mengutarakan, kabar yang beredar di wilayah tersebut, melalui perantara mulut ke mulut yang sampai kepada dirinya, bahwa nelayan tidak diperkenankan menangkap udang yang sedang bertelur, atau bobot kurang dari 1 ons hendaknya dilepaskan kembali.
Seperti diketahui, Aturan yang ditetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut dikeluhkan sebagian besar nelayan di wilayah Kabupaten Gunungkidul, meski dampak jangka panjang pemberlakuan aturan tersebut positif.
“Belum mesti dapat, bisa dapat 5 Ons saja susah. Biasannya musim seperti sekarang ini lumayan banyak,” timpal Mujiman warga nelayan lainnya.
Karena sulit, sehingga dirinya dan 5 nelayan lainnya memilih libur; tidak mencari lobster. Saat ini, seperti yang dilakukan Mukijan, mencari rumput laut dilakukan agar tetap mendapatkan penghasilan. Sembari menunggu musim panen padi yang sebentar lagi datang, Nampak Rabu (11/2) siang dirinya sibuk menjemur rumput laut yang diperolehnya di pagi hari.
Sekali mencari rumput laut, dirinya bisa memperoleh sekitar 3 sak rumput laut. Setelah kering, rumput dijual ke pengepul di wilayah setempat. “Harga turun, 1 Kg rumput laut kering hanya dibeli seharga Rp 800, padahal sebelumnya laku Rp 1200 hingga 1500,” kata Mukijan.
Diakui, pendapatan tersebut sangat jauh jika dibandingkan dengan hasil menangkap udang lobster. Jika beruntung, ketika memperoleh udang 1 Kg saja bisa mendapatkan uang Rp 200 ribuan. Mencari rumput laut dalam sehari dapat Ia lakukan sebanyak dua kali, saat pagi hari dan sore hari. (Kandar/Tty)





