11 Pasang Suami Istri Disidang Agar Punya Surat Nikah

oleh -
kadhung tresno

SAPTOSARI, Kabarhandayani; Sebanyak 11 pasang suami istri yang berumur rata-rata di atas 50 tahun Jumat siang (16/5/2014) telah mengikuti sidang isbat nikah di Balai Desa Ngloro, Kecamatan Saptosari. Sidang isbat nikah merupakan permohonan pengesahan nikah yang diajukan ke pengadilan untuk dinyatakan sah-nya pernikahan dan memiliki kekuatan hukum. Biasanya sidang ini diadakan bagi pasangan yang pernikahannya belum dicatat negara, kehilangan buku nikah, atau menikah sebelum tahun 1974.

Diprakarsai Biro Tata Pemerintahan (Tapem) Pemkab Gunungkidul bekerjasama dengan petugas Program Keluarga Harapan (PKH) wilayah Saptosari, serta koordinasi instansi terkait seperti Kantor Urusan Agama (KUA), Pengadilan Agama, dan Pemerintah Desa, sidang isbat nikah pada Jum’at, 16/5/2014 dapat berjalan.

Hartini (28) petugas PKH wilayah Saptosari menyatakan bahwa sidang isbat tersebut sasarannya bagi warga kurang mampu yang tidak memiliki bukti otentik pernikahannya yaitu Surat Nikah atau Buku Nikah. “Dengan bantuan pihak desa, kita terjun langsung ke lapangan melakukan pendataan warga yang tidak mempunyai Surat Nikah, terutama mereka yang berada pada ekonomi lemah, karena akan diupayakan mereka mendapat Surat Nikah secara cuma-cuma,” ujarnya.

Pihak Pengadilan Agama melalui Suciati, S.Ag (48) menyampaikan bahwa ada 11 perkara dari Desa Ngloro yang didaftarkan ke pihaknya. “Ada 11 perkara yang masuk, secara bergantian menjalani sidang isbat nikah yang dipimpin oleh Drs. Sarbini, M.H sebagai Ketua Majelis dari Pengadilan Agama Wonosari, yang beranggotakan Drs. Mudara, M.Si, Latifah Setyowati, S.H, dan Panitia pengganti Norchizin, S.H.” ungkapnya.

Suciati juga menambahkan penyebab warga tidak memiliki Surat Nikah mereka beralasan lantaran hilang, namun ada kemungkinan tidak diberikannya Surat Nikah oleh KUA ketika menikah pada tahun 1970-an, dan akibat dari pemekaran wilayah kecamatan. Salah satu pasang kakek nenek yang enggan disebut namanya dalam pemberitaan, ketika menunggu giliran sidang menuturkan bahwa mereka mengikuti sidang karena Buku Nikahnya hilang. “Saya lupa, kayaknya suratnya hilang, sudah lama tidak punya” tuturnya.

Sementara itu Hartini menyampaikan bahwa dari Kecamatan Saptosari sudah diajukan ke Pengadilan Agama sebanyak 51 pasang suami istri untuk mengikuti sidang isbat tersebut yang tersebar di 4 desa di antaranya: Kanigoro, Ngloro, Krambil Sawit dan Jetis. “Pelaksanaan di Ngloro sudah yang kedua kalinya, beberapa waktu lalu di Desa Kanigoro sudah dilaksanakan.” pungkasnya.

Penulis: Sukandar. Editor: Jjwidiasta.

Komentar

Komentar