Warga Tak Jujur Terkena COVID-19 Sebabkan Klaster Hajatan di Panggang

oleh -
covid-19
ilustrasi.

PANGGANG, (KH),– Klaster hajatan di Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul bermula dari warga yang tak mau jujur atas kondisi kesehatannya.

Lurah Girisekar, Sutarpan menyebutkan, penularan bermula dari salah satu warga pekerja bangunan di Yogyakarta.

Warga dari Padukuhan Jeruken tersebut kesehariannya ‘nglaju’ dari kediamannya ke tempat kerja. Beberapa waktu lalu kondisi kesehatannya terganggu. Gejala yang dirasakan diantaranya sakit batuk dan Pilek.

“Warga tersebut kemudian berobat di Rumah Sakit (RS) di wilayah Saptosari. Yang bersangkutan oleh dokter kemudian dinyatakan positif COVID-19 setelah melalui serangkaian pemeriksaan,” terang Sutarpan, Jumat (11/6/2021).

Namun, diagnosa itu ditolak oleh yang bersangkutan. Kemudian warga tersebut berobat lagi ke RS di wilayah Playen.

Saat berobat di RS di wilayah Playen, yang bersangkutan tidak menyebutkan bahwa ia sebelumnya telah dinyatakan positif COVID-19.

“Dari RS di wilayah Playen, ia didiagnosa sakit typus. Hasil pemeriksaan yang ke dua ini yang kemudian disampaikan ke warga di lingkungannya,” terang Sutarpan.

Bahkan, saat tetangganya menggelar hajatan, ia turut serta ikut membantu. Karena dirinya tak jujur, tak ada warga lain yang mempersoalkannya.

Setelah pemberitahuan dari pihak Puskesmas menyusul turun, sementara yang bersangkutan tidak mengisolasi diri, tracing kemudian dilakukan. Dari hasil tracing itu ditemukanlah belasan warga yang telah tertular COVID-19 pascs hajatan.

“Dari klaster hajatan di Dusun Jeruken ada 16 warga positif COVID-19,” ungkap Sutarpan.

Selain klaster hajatan, di wilayah Girisekar, tepatnya di Dusun Warak dan Krambil ada klaster keluarga. Penularan tersebut bermula adanya kunjungan ke warga setempat dari kerabat yang berasal dari Kabupaten Sleman.

“Pada klaster keluarga ada 10 yang positif COVID-19. Sehingga totalnya di Girisekar ada 26 warga yang positif COVID-19,” Imbuh Sutarpan.

Saat ini, sambung dia, seluruh kegiatan sosial masyarakat di wilayah yang timbul klaster ditiadakan.

“Gugus Tugas kalurahan juga sudah melakukan sterilisasi di lingkungan klaster. Selain itu juga memberikan bantuan kebutuhan harian bagi warga yang terkonfirmasi positif COVID-19,” jelas Sutarpan.

Sejauh ini, petugas kesehatan masih terus melakukan tracing di wilayah setempat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kamis (10/6/2021) di Gunungkidul terjadi lonjakan angka kasus COVID-19 yang cukup signifikan.

Dalam sehari, terdapat 86 warga yang terkonfirmasi positif. Selain penyebabnya klaster hajatan dan keluarga di wilayah Panggang, ada pula klaster Ponpes di wilayah Playen.

“Penambahan juga datang dari klaster hajatan tunangan di wilayah Karangmojo,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dewi Irawaty. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar