Warga: Tak Ada yang Aneh dari Kajian Agama Terduga Teroris

oleh -
Agama
Situasi di lingkungan sekitar rumah terduga teroris. (KH)
iklan golkar idup fitri

GUNUNGKIDUL, (KH),– Penangkapan terhadap terduga teroris berinisial R warga Tambakromo, Ponjong, Gunungkidul kemarin mengagetkan para tetangga.

Tetangga tak habis pikir, petugas berwajib menangkap sekaligus menggeledah rumah R.

Terorisme kerap dikaitkan dengan paham keyakinan. Namun, selama ini R yang tergolong aktif dibidang keagamaan dan kerohanian tak menunjukkan hal-hal yang mencurigakan.

Warga yang ditemui KH mengaku tak ada yang patut dicurigai termasuk dari kajian agama yang disampaikan oleh R.

Seperti kata Harto, tokoh yang rumahnya hanya berbatasan jalan dan beberapa rumah dari kediaman R ini kerap mengikuti kajian yang diisi oleh R.

“Selama ini tak ada yang aneh menurut saya. Sebatas misalnya ajakan rajin bersedekah, perihal Salat, serta bagaimana membaca Al-Quran yang benar. Yang umum-umum saja kok,” katanya saat ditemui Senin, (14/2/2022) sore.

Di masjid di wilayahnya tinggal, R memang menjadi salah satu pengisi kajian. Setiap R menyampaikan materi kajian keagamaan, sejauh yang Harto ketahui, tak pernah ia menyimak hal yang menyimpang.

R, diceritakan Harto, merupakan warga aseli Ponjong. Riwayatnya pernah merantau di Jakarta. Semenjak kembali ke Gunungkidul ia tinggal bersama istri dan 4 anaknya.

Ada dampak baik dari sosok R bagi warga khususnya di dusun ia tinggal. Harto menilai aspek kerohanian dan pengetahuan mengenai ilmu agama warga sekitar semakin membaik.

“Orangnya itu selama di sini baik. Sungguh. Saya tidak tahu kalau kegiatan di luar seperti apa,” ujar Harto.

Selama ini dia juga tidak mendapati R punya tamu orang-orang asing. Yang sesekali datang, setahu Harto sebatas rekan kerja dari tempat R mengajar.

“Ya misalnya pas lahiran atau ada hajat tertentu teman guru SD datang. Hanya sebatas itu,” imbuh Harto.

Bahkan karena keberadan R, berbagai momentum yang bersinggungan dengan keyakinan dapat berjalan lancar. Harto mencontohkan, misalnya ada warga meninggal dunia, R kemudian yang mengambil peran bagaimana melakukan rukti jenazah sesuai ajaran Islam.

“Kami sedikitpun tidak bermaksud membela. Setahu saya memang begitu,” tukas Harto. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar