Warga Memberikan Makan Weton Gumbreg Kepada Hewan Ternaknya

oleh -
iklan dispar

PALIYAN, (KH) — Warga Padukuhan Giring, Desa Giring. Paliyan melaksanakan tradisi gumbregan pada Selasa (11/11/2014). Tradisi ini selalu dilakukan pada hari Selasa wage wuku gumbreg.

 

Warso Rejo selaku kaum (pendoa) mengungkapkan, tradisi gumbreg ini dilakukan sebagai rasa ucapan syukur kepada Tuhan atas ternak, juga alat-alat pertanian yang mereka miliki, supaya dapat lebih membantu di dalam bidang pertanian.

 

“Dalam perayaan tradisi gumregan terkandung makna permohonan agar hewan ternak semakin banyak dan sehat”, katanya, Selasa (11/11/2014).

 

Adapun isi dari weton yang ada pada tradisi gumbreg antara lain Ketupat, ketan woran, dan berbagai jenis umbi-umbian. Sebelum melakukan kenduri yang dilaksanakan di balai padukuhan terlebih dahulu warga memberikan isi dari weton tersebut pada hewan peliharaannya masing-masing.

 

Warso menjelaskan, bahwa setiap warga yang mempunyai hewan ternak mengumpulkan sepasang ketupat dan ketan untuk didoakan. Adapun arti dari ketupat sebagai sarana (simbol pengharapan) agar hewan ternak jika dijual bisa mencukupi kebutuhan dan akan dapat berkembang biak atau bertambah banyak.

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, sementara untuk ketan woran diartikan sebagai sarana agar alat alat pertanian bisa lebih membantu dalam hal pertanian. “Doa dan harapan untuk pertanian juga dilakukan dalam tradisi ini, dengan harapan pertanian menjadi lebih baik dari pada sebelumnya”, jelasnya.

 

Desa Giring sendiri masih sering melakukan kegiatan tradisi maupun kebudayaan yang selalu di adakan dan diuri-uri (dilestarikan). Sebagai rintisan desa budaya di Kecamatan Paliyan, aroma kejawen di Desa Giring sampai saat ini masih terasa. “Berbagai tradisi yang ada agar tetap dijaga dan dilestarikan oleh generasi penerus agar tetap ada dan lestari”, pungkas Karso. (Atmaja/Tty)

Komentar

Komentar