GUNUNGKIDUL, (KH), — Sebuah villa dengan konsep berbeda hadir di Gunungkidul. Berbeda dengan kebanyakan villa yang mengandalkan lokasi di sekitar kawasan destinasi wisata sebagai daya tarik, villa ini justru menawarkan ketenangan dan keheningan sebagai keunggulan utamanya.
Villa Satu Indonesia namanya. Lokasinya berada di sisi timur Gunungkidul, tepatnya di kawasan perbukitan Kalurahan Kenteng, Kapanewon Ponjong. Kawasan villa yang mampu menampung hingga 100-an orang ini dilaunching pada Minggu (30/8/2026) malam.
Pemilik Villa Satu Indonesia, Deni Fuadi, menyampaikan, pemilihan lokasi villa di kawasan yang relatif terpencil tersebut memang disengaja untuk menghadirkan konsep berbeda. Pembangunannya bertujuan memberikan suasana tenang sekaligus menghadirkan kedekatan dengan alam yang khas dengan perbukitan dan perdesaan.
“Kami suka dengan struktur batu dan kawasan desa di sini, jadi kami pilih salah satu bukit di Kenteng ini sebagai lokasi villa,” kata Deni di sela peresmian.
Konsep tersebut juga diterapkan pada bangunan yang menjadi spot-spot hunian di kawasan villa. Tak banyak struktur beton yang digunakan. Bangunan justru didominasi kayu dengan model rumah limasan dan kampung, yang satu sama lain dihubungkan dengan jogging track naik turun mengikuti kontur perbukitan.
Menurut Deni, hunian di villa tersebut tidak diperuntukkan atau dijual satuan bagi keluarga maupun pasangan. Kawasan ini disediakan bagi rombongan, seperti komunitas, lembaga, perusahaan, hingga trah keluarga besar.
“Kami pasarkan dengan skema full booking, jadi semua fasilitas untuk satu grup penyewa. Ada 2 ruang pertemuan, cocok untuk kegiatan pelatihan, gathering, seminar dan lain-lain,” tuturnya.

Lurah Kenteng, Citra Wijaya, menyambut baik wilayahnya dipilih menjadi lokasi Villa Satu Indonesia. Sebab, kehadiran villa tersebut telah mendatangkan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya, terserapnya tenaga kerja dari warga setempat.
“Ke depan kami akan berkolaborasi, misalnya dalam pengembangan kegiatan pariwisata yang menunjang pemberdayaan masyarakat desa,” kata Citra.
Dia menjelaskan, sejumlah potensi yang dapat digarap ke depan antara lain wisata alam, jelajah lingkungan desa, hingga wisata gua. Selain itu, masyarakat juga dapat terlibat dalam penyediaan bahan baku makanan lokal khas Kenteng dan kegiatan lainnya.
Dalam persemian, selain lurah hadir pula tokoh warga di Kalurahan Kenteng, perwakilan Polsek, Babinsa hingga warga masyarakat umum. Disela peresmian digelar sarasehan serta ramah tamah.





