Vaksinasi Booster di Gunungkidul Dikebut Tanggulangi Ancaman Omicron

oleh -
Vaksin booster
Pelaksanaan vaksinasi booster di Dinkes Gunungkidul. (KH)
iklan golkar idup fitri

GUNUNGKIDUL, (KH),– Selain mempercepat vaksinasi anak, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga berusaha mempercepat pelaksanaan vaksinasi booster.

Kelompok rentan, lansia dan petugas pelayan publik menjadi prioritas sasaran penerima vaksin booster. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul tak menampik adanya ancaman kembali naiknya penularan COVID-19 termasuk varian barunya Omicron. Ancaman dianggap logis karena semakin longgarnya aktivitas dan mobilitas masyarakat.

“Capaian vaksinasi anak 6-11 tahun untuk dosis 1 sebanyak 76 persen. Kalau dosis dua masih sedikit. Sedangkan vaksinasi booster telah diberikan ke 8.282 orang,” kata dia disela pemberian vaksinasi booster di Dinkes Gunungkidul, Jumat, (2/1/2022).

Menanggapi risiko naiknya kembali penularan COVID-19, termasuk varian Omicron, dia menegaskan perlunya keaktifan Satgas di tingkat kalurahan dan kapanewon untuk bersiaga dan tak henti memantau serta menghimbau masyarakat menegakkan protokol kesehatan (Prokes). Segenap aktivitas yang berisiko terjadi penularan seyogyanya diantisipasi.

“Edukasi yang tak henti diperlukan. Dari sisi persiapan medis kami cukup siap. Ruang isolasi, ketersediaan oksigen, hingga obat-obatan terus kita pantau dan siapkan,” tegasnya.

Selain TNI, dan Polri serta sejumlah relawan, Badan Intelijen Negara (BIN) juga terus berupaya turut melancarkan pelaksanaan vaksinasi.

Perwakilan BIN DIY, Eko Susilo mengutarakan, potensi terjadinya gelombang lanjutan Covid-19 akibat varian Omicron bukan mengada-ada. Seluruh dunia sedang menghadapinya. Meskipun lonjakan kasus dan varian baru ini belum terjadi di Gunungkidul, sebaiknya tetap siaga penuh waspada.

“Evaluasi pemerintah pada pertengahan Januari lalu, Presiden telah mengingatkan adanya peningkatan kasus Covid hingga 80 persen dari sepekan sebelumnya di awal tahun. Pemerintah juga dengan keras mengingatkan adanya kasus Omicron yang terus naik dan mulai terjadi melalui transmisi lokal. Jadi ini ancaman nyata,” kata Eko saat menggelar vaksinasi di Kantor Dinkes.

Eko menambahkan, dalam rangka melakukan cegah dini ancaman tersebut, semua pihak harus memastikan berjalannya Prokes, percepatan vaksinasi, dan pengetatan mobilitas warga.

”Pengawasan Proskes, akselerasi vaksinasi, dan memperketat kembali mobilitas warga menjadi kunci penanggulangan dininya”, imbuhnya.

Disinggung soal kenapa juga terlibat dalam vaksinasi Booster, Eko menjelaskan bahwa vaksin ketiga ini berguna untuk meningkatkan kembali imunitas warga setelah enam bulan menerima vaksin lengkap.

“Sesuai penjelasan kemenkes, daya tahan seseorang setelah enam bulan menerima vaksin lengkap, mulai menurun. Sehingga diperlukan penguatan kembali,” tukasnya.

Pada kesempatan vaksinasi tadi, Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto hadir melakukan pemantauan.

“Vaksin booster ini diprioritaskan pada kelompok rentan dan lansia, namun bagi masyarakat yang telah memenuhi ketentuanpun dapat diberikan vaksin tahap ke tiga,” katanya. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar