Tujuh Anak SMP Diamankan Polisi Usai Rusak Bendera Merah Putih dan Umbul-Umbul

oleh -
bendera merah putih
Tujuh anak SMP sempat diamankan petugas usai merusak bendera dan umbul-umbul. (istimewa)

WONOSARI, (KH),– Entah apa yang ada di pikiran tujuh anak di bawah umur yang masih sekolah di bangku SMP ini. Mereka berombongan selama tiga hari berturut-turut melakukan perusakan umbul-umbul dan bendera Merah Putih yang dipasang oleh warga guna menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Aksi mereka sempat meresahkan warga masyarakat. Diketahui bahwa perusakan ini terjadi di tiga titik, yaitu satu di Kapanewon Wonosari dan dua terjadi di Kapanewon Karangmojo.

Ke tujuh anak yang diketahui merupakan warga Kapanewon Wonosari ini akhirnya diamankan petugas Polsek Wonosari, setelah salah seorang dari pelaku berhasil ditangkap oleh warga Kapanewon Karangmojo saat sedang menjalankan aksinya.

Kanit Reskrim Polsek Wonosari, Iptu Sopyan Susanto mengatakan, ketujuh anak tersebut merupakan teman serombongan.

“Mereka menjalankan aksinya dengan cara berombongan berboncengan sepeda motor. Mereka kemudian menarik bendera dan umbul umbul yang terpasang. Kemudian membuangnya berserakan di tanah,” terang Iptu Sopyan, Sabtu (14/8/2021) di Mapolsek Wonosari.

“Dalam penyelidikan, motif anak-anak ini berbuat seperti itu hanya sekedar iseng, bosan karena tidak ada kegiatan selama belajar di rumah (BDR),” lanjut Iptu Sopyan.

Tertangkapnya pelaku diawali keresahan warga di Kapanewon Karangmojo dan Wonosari yang mendapati bendera Merah putih dan umbul-umbul yang dipasang untuk menyambut hari kemerdekaan rusak dan berserakan di jalan.

“Salah seorang warga Karangmojo berhasil menangkap salah seorang pelaku. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pelaku kami amankan ke Polsek Wonosari. Terungkap, pelaku beraksi dengan 6 orang temannya yang masih sebaya,” imbuh Iptu Sopyan.

Sopyan melanjutkan, dalam penyelidikan awal dan pendalaman motif pelaku, sejauh ini belum ada yang mengarah ke tindakan kriminalitas. Pun demikian bukan akibat penyalahgunaan penggunaan narkoba atau obat-obatan.

“Motifnya katanya cuma iseng, bosan karena tidak ada kegiatan selama BDR,” lanjut Sopyan.

Setelah melakukan penyelidikan awal, ketujuh anak-anak ini akan dikembalikan kepada orang tuanya, dan apabila dalam penyelidikan selanjutnya diperlukan, maka anak-anak ini akan dipanggil kembali oleh petugas.

“Kami menghimbau kepada para orang tua untuk mengawasi kegiatan putra-putrinya, karena jika salah dalam pergaulan, bisa berujung pada tindakan kriminal,” pungkas Iptu Sopyan. (Edi Padmo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar