Tindak Lanjut GIM Terkendala Anggaran, Skema Pelaksanaan Belum Pasti

oleh -
Siswa SD memilih buku bacaan di Perpustakaan Keliling. KH/ Kandar
iklan dispar
Siswa SD memilih buku bacaan di Perpustakaan Keliling. KH/ Kandar
Siswa SD memilih buku bacaan di Perpustakaan Keliling. KH/ Kandar

WONOSARI, (KH)— Setelah pelaksanaan Gerakan Indonesia Membaca (GIM), 19/5/2016 lalu, setidaknya dua instansi di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul membuat beberapa rencana sebagai tindak lanjutnya.

Kantor Perpustakaan Dan Arsip Daerah (KPAD) dan Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul memang memiliki peran strategis dalam tindak lanjut GIM. KPAD dalam hal minat baca serta Disdikpora dalam hal dunia pendidikan.

Kepala KPAD, Ali Ridlo saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu menyampaikan, sebagai tindak lanjut akan ada Rencana Aksi Daerah (RAD) dan pembuatan edaran gerakan membaca yang mengarah pada Gunungkidul sebagai Kabupaten Literasi, hal ini akan disusun bersama Disdikpora.

Edaran direncanakan akan menyasar seluruh instansi, diantaranya agar masing-masing dinas mendirikan perpustakaan, sehingga tidak hanya sekolah dan desa. Sekaligus edaran pelaksanaan Permendikbud No 23 Tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti antara lain membaca 15 menit sebelum pembelajaran pagi dimulai disemua jenjang baik siswa SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/ SMK.

“Harapannya edaran Bupati atau berupa regulasi bentuknya Perbup atau bahkan Perda sehingga lebih kuat dalam hal anggaran,” harap Ali. Tetapi untuk sampai kepada hal tersebut ada tahapan dan prosedur yang harus ditempuh yang melibatkan beberapa instansi diantaranya Dikpora, DPPKAD BKD dan Asek yang membidangi,” kata Ali.

Selain itu direncanakan pula di Rencana Kerja (Renja) 2017 KPAD mau mendirikan sudut baca di beberapa fasilitas umum dan ruang publik. “Sudah dimasukkan pada anggaran 2017, tinggal Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menerima atau tidak,” lanjut Ali.

Berulang kali disebutkan bahwa kendala utama mengenai rencana itu terletak di anggaran, sehingga sampai saat ini baru sebatas pembahasan internal KPAD, dan rencana untuk mengkomunikasikan dengan beberapa pihak terkait.

Kepala Seksi Perpustakaan, Prihastuti Setyaningsih menegaskan, sementara ini baru dua hal yang dimasukkan ke dalam Renja 2017.

“Pembuatan pojok atau sudut baca yang masuk di Renja baru dua titik, di RSUD dan taman kota Pemda. Hal ini pun belum pasti, tahapan sebelumnya direncanakan ada Forum Group Discussion (FGD) internal sekitar 10 Juni nanti, lalu rencana workshop melibatkan banyak pihak,” rinci Prihastuti.

Ia berharap hal tersebut dapat didanai dari alokasi APBD pada 2017 mendatang. Beberapa matrik rencana aksi daerah sebenarnya telah dibuat, selain memang menjadi ketugasan instansinya hal tersebut juga masuk kedalam ranah GIM.

Diantaranya, Penguatan regulasi untuk tindak lanjut GIM, Pengadaan buku-buku sarana untuk pojok baca, pembentukan pojok baca di sekkolah dan fasilitas layanan umum seperti RSUD, Taman kota, KPMPT, Gor Siyono dan lainnya. Serta ada juga rencana pengadaan sepeda motor untuk perpus keliling, pengadaan mobil perpus keliling agar menyasar daerah pelosok, fasilitasi lomba-lomba peningkatan baca dan lainnya.

Sementara itu Disdikpora belum bisa memberikan jawaban tahapan jelas terkait tindak lanjut GIM yang dicanangkan oleh Dirjen PAUD Dikmas ini.

“Ya kita gerakan semua peserta didik dan guru untuk setiap hari membaca minimal 15 menit,” Jawab Sekertaris Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rosyid singkat. (Kandar)

Komentar

Komentar