Gerakan Ibu Literasi dan Peningkatan Minat Baca Wujudkan Literasi Untuk Kesejahteraan

oleh -
baca
Kegiatan sosialisasi Pemasyarakatan Minat Baca dan Gerakan Ibu Literasi oleh DPK dan PD GPMB Gunungkidul. (KH/ Kandar)

WONOSARI, (KH),– Dinas Perpusatakan dan Kearsipan (DPK) bersama Pengurus Daerah (PD) Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) serta menggandeng Tim Penggerak PKK Kabupaten Gunungkidul menggelar sosialisasi peningkatan minat baca dan Gerakan Ibu Literasi di rumah dinas Bupati Gunungkidul, Jumat (17/9/2021).

Pada agenda yang diikuti ketua tim penggerak PKK tingkat Kapanewon dan kalurahan itu, Kepala DPK Gunungkidul, Drs. Ali Ridlo MM., tak bosan mengajak semua tokoh untuk berupaya meningkatkan kegemaran dan budaya membaca di wilayah dan ruang masing-masing.

“Telah digulirkan program nasional literasi untuk kesejahteraan. Melalui sosialisasi ini kami berharap semua pihak punya keinginan kuat untuk menumbuhkan minat, kegemaran dan budaya baca sejak dini,” harap Ali Ridlo.

Literasi untuk kesejahteraan lebih spesifik dijelaskan, dengan terbentuknya budaya baca yang semakin baik akan mendorong seseorang berkarya menghasilkan sesuatu yang bernilai. Dicontohkan, dengan membaca buku berisi konten kewirausahaan atau aneka produk dapat mengantarkan seseorang memperoleh pengetahuan mengenai pembuatan produk itu.

“Kalau seseorang sudah mengetahui ilmunya kemudian mempraktekkannya, maka ia berpeluang memperoleh penghasilan yang menunjang kesejahteraannya,” jelas Ali.

Dengan membaca, sambungnya, juga dapat mendorong seseorang memiliki ide atau berinovasi. Literasi yang dimaknai sampai pada tindakan memproduk atau menghasilkan suatu barang, dirinya optimis kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh dapat terwujud.

“Kami terus mengkampanyekan literasi untuk kesejahteraan. Dukungan tokoh di semua wilayah desa diantaranya dari penggerak PKK kami harapkan terus menerus diberikan. Peluang Gunungkidul sebagai daerah tujuan wisata masih terbuka bagi masyarakat yang punya literasi yang baik,” tandasnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Diah Purwanti Sunaryanta menyampaikan, berbagai aspek program yang dijalankan PKK tidak lepas dari spirit dan dinamika literasi.

“Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Ibu yang punya kebiasaan ‘membaca’ berbagai hal dengan baik akan berdampak pula pada karakter anak,” kata Ibu Literasi Kabupaten Gunungkidul ini.

Dalam konteks yang lebih fungsional, beberapa program PKK terkait aspek spiritual, pemahaman ideologi Negara, interaksi sosial serta upaya pemenuhan sandang, pangan dan papan keluarga dibutuhkan kemampuan membaca yang baik.

“Membaca buku menjadi salah satu pintu bagi siapapun, diantaranya seorang ibu menuju pribadi yang produktif. Mampu mendampingi dan mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera,” kata Diah.

Dalam kesempatan yang sama, secara daring Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY, Monika Nur Lastiyani, MM memberikan support kepada pihak yang berkepentingan pada minat baca, yakni DPK dan GPMB untuk terus bersemangat menyebarluaskan kegemaran membaca.

“Membiasakan minat baca sejak dini kelak akan menghadirkan generasi masyarakat dengan literasi yang baik. Salah satu cara membimbing anak membiasakan membaca yakni dengan rutinitas bercerita dan mendongeng. Cara itu akan merangsang rasa ingin tahu terus menerus pada diri anak, lalu lahirlah keinginan kuat untuk membaca,” papar Monika Nur Lastiyani.

Pihaknya optimis, minat baca masyarakat Kabupaten Gunungkidul akan semakin tinggi dengan dukungan penuh dan kerja keras dari berbagai pihak, antara lain DPK, GPMB dan PKK. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar