Terus Genjot Minat Baca, DPK Road Show Ke Sekolah Se Kabupaten

oleh -
Sekertaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. KH/ Kandar
iklan dispar
Sekertaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Ali Ridlo MM. KH/ Kandar.

WONOSARI, (KH)— Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Gunungkidul saat ini tengah mempersiapkan kegiatan Road show ke perpustakaan di sekolah se kabupaten Gunungkidul. Kegiatan tersebut akan melibatkan semua kepala sekolah dan madrasah juga pengelola perpus baik jenjang SD/ MI, SMP/ MTs bahkan jika memungkinkan SMA/ SMK.

“Kita akan tumbuhkan kepedulian lembaga pendidikan untuk mengalokasikan anggaran sekolah yang dituangkan dalam Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS). Hal ini berlandaskan UU No. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan. Kita minta minimal 5 persen dari dana BOS agar dialokasikan untuk anggaran perpustakaan,” kata Sekertaris Dinas DPK, Ali Ridlo MM, Jum’at, (3/2/2017).

Terkait minat baca, menurut Ali akan lebih mudah dimulai dari sekolah, tentu dengan kawalan terus menerus oleh guru. Hal ini juga dalam mendukung penumbuhan budi pekerti sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

Selain advokasi terhadap alokasi anggaran, di setiap sekolah atau Madrasah juga didorong harus melaksanakan membaca 15 menit diawal pembelajaran setiap hari. Ali menambahkan, gagasan akan menemui kendala kalau tidak ada greget baik dari DKP sendiri serta dukungan dari Disdikpora Gunungkidul, serta UPT TK dan SD seluruh kecamatan se Gunungkidul juga tak ketinggalan pihak Kemenag.

“Penumbuhan karakter membaca sangat penting, kalau minat baca tinggi maka akan muncul atau merubah karakter berperilaku baik, sekaligus menunjang prestasi pelajar,” harapnya.

Lanjutnya, yang dibaca bukan buku mata pelajaran tetapi kementrian menghendaki buku motivasi dan inspirasi atau jenis buku lain yang mengarah kepada budi pelerti yang baik. setelah itu perlu diberikan tugas untuk melakukan resume terhadap apa yang telah dibaca, sehingga tidak sebatas membaca tetapi juga melatih dalam penulisan.

Apabila peserta didik sejak SD hingga SMP terus melakukan hal demikian sangat mungkin pelajar menjadi siswa berkarakter baik dan cerdas. “Agar berhasil semua warga sekolah harus mendukung, tak hanya siswa, guru, karyawan bahkan kepala sekolah harus terlibat ikut membaca,” harap Ali Ridlo MM.

Mengantisipasi minimnya dana BOS untuk mendukung kepemilikan buku, maka sekolah dapat meminta dukungan kepada wali murid. Misalnya saja dengan cara setiap siswa menyumbang satu buku, maka dapat terkumpul buku sesuai jumlah murid. Ali menilai hal tersebut tidak akan memberatkan, toh manfaat buku juga kembali kepada murid.

“Dalam kegiatan Road Show penekannyanya terkait kebijakan, harapnnya tentu perihal menumbuhkan minat baca. Tahun lalu kita sudah lakukan ke 144 desa kini kita akan ke sekolah-sekolah,” imbuhnya.

Kerja keras terkait pelaksanaan program ini sangat dibutuhkan, mengingat baru ada sekitar 151 perpustakaan sekolah dari 1.252 yang ada baik penyelenggaraan pengelolaan maupun budaya membacanya yang sudah berjalan dengan baik.

“Bukti sudah jelas, sukses diraih mereka yang berilmu, sehingga bagaimana mau berilmu kalau tidak membaca. Jadi benar adanya ungkapan bahwa tidak ada bangsa yang maju kalau masyarakatnya tidak pernah membaca,”pungkas Ali. (Kandar)

Komentar

Komentar