Temui Ayah Tiri Gantung Diri, Bocah Berteriak

oleh -
tali
ilustrasi. Dhadhung, kala, jerat, tali. KH/WG

GUNUNGKIDUL, (KH),– Seorang bocah berusia 15 tahun warga Kapanewon Playen, Gunungkidul, tak menyangka akan menemui peristiwa getir, Jum’at, (28/1/2022) pagi tadi.

Seperti biasa, usai bangun tidur, sebelum memulai hari, ia ke kamar mandi terlebih dahulu. Selepas dari kamar mandi dia menyempatkan menengok ayah tirinya di kamar.

Betapa kagetnya, pelajar ini melihat ayah tirinya, S (56) gantung diri di dalam kamar. Sontak ia lantas berteriak meminta pertolongan.

Anggota keluarga dan tetangga berduyun-duyun datang. Jelang menuju pukul 09.00 WIB, laporan peristiwa tersebut tiba di Polsek Playen. Petugas kepolisian dan pihak medis kemudian berkoordinasi lalu mendatangi lokasi musibah.

Kapolsek Playen, AKP Hajar Wahyudi menginformasikan, setiba di lokasi kejadian jasad S kemudian dievakuasi.

“Tidak ditemukan luka bekas pukulan benda tajam maupun benda tumpul pada badan korban,” kata kapolsek.

Dia melanjutkan, menurut keterangan keluarga, korban gantung diri memiliki penyakit tahunan.

“Ada dugaan motif koban melakukan gantung diri karena mengalami depresi,” tukasnya. (Kandar)

***

Catatan Redaksi:

  1. Ayo bantu ringankan beban dan pulihkan keluarga terdampak bunuh diri, dan berhentilah mencemooh, mengolok-olok atau menghujat orang/keluarga penyintas dari bunuh diri. Kejadian bunuh diri adalah peristiwa kemanusiaan dan problema kita bersama, dapat menimpa siapa saja tanpa memandang status sosial, pendidikan, agama, jender, dan atribut-atribut lainnya.
  2. Ayo bantu cegah bunuh diri di Gunungkidul dengan cara peduli kondisi fisik dan kejiwaan anggota keluarga, sanak saudara, dan sesama. Berikan bantuan kepada sesama yang memerlukan dukungan permasalahan kejiwaan atau kesejahteraan mental.
  3. Menyambungkan sesama yang membutuhkan pertolongan problema kejiwaan dengan layanan kesehatan terdekat (Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit) atau layanan konseling kepada pemuka masyarakat dan pemuka agama setempat dapat menjadi upaya preventif mencegah bunuh diri.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar