Targetkan Prestasi SD Naik, Pemenuhan SPM Terus Diupayakan

oleh -
Sri Andari, M. Pd, Kabid TK dan SD, Disdikpora Gunungkidul. Foto: Dok. KH
iklan dispar
Sri Andari, M. Pd, Kabid TK dan SD, Disdikpora Gunungkidul. Foto: Dok. KH
Sri Andari, M. Pd, Kabid TK dan SD, Disdikpora Gunungkidul. Foto: Dok. KH

WONOSARI, (KH)— Demi target, Dinas pendidikan Pemuda dan olahraga (Disdikpora) khususnya Bidang Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD), terus berupaya meningkatkan prestasi pendidikan salah satunya dengan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Kepala Bidang TK dan SD, Sri Andari MPd mengatakan, target peringkat hasil Ujian Nasional (UN) jenjang SD se-DIY nanti sangat diharapkan prestasinya membaik. Setelah tahun lalu berada di posisi paling bawah, Tahun Pelajaran kali ini mematok target berada diposisi ke-4.

“Paling tidak No. 4, Meski RPJMD sebenarnya memiliki target nomor 3 ditingkat Provinsi, tetapi tentunya kita juga mengejar rangking itu,” jelas Andari, Selasa (5/1/2015).

Disebutkan, mengenai nilai UN sebenarnya selalu meningkat, tetapi diakui belum signifikan, upaya evaluasi terus dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor penghambatnya. Pihaknya sedikit heran padahal dari sisi kompetensi guru prestasinya tidaklah yang paling rendah, mengingat hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2014, Gunungkidul menduduki peringkat 2 se-DIY.

Terkait dukungan sarana dan prasarana, pihaknya masih mengupayakan agar memenuhi SPM, Tahun ini akan direalisasikan rehab ruang guru, dan pembangunan perpustakaan, serta pengadaan berbagai peralatan pendidikan untuk beberapa mata pelajaran, dan peralatan olahraga.

Terpisah, Kasi Bina Administrasi Sarana dan Prasarana Disdikpora, Dalyanto S. Sos. MM, merinci, rencana penggunaan DAK Bidang SD Tahun 2016 ini, yakni berupa rehab 51 ruang kelas dengan dana sebesar Rp. 2,7 M, dan pembangunan tiga perpustakaan beserta perabotnya dengan jumlah anggaran Rp. 130-an juta.

“sedangkan untuk pengadaan beberapa peralatan pendidikan beberapa mata pelajaran dan peralatan olahraga rencananya menghabiskan dana Rp. 787 jutaan,” jelas Dalyanto. (Kandar)

Komentar

Komentar