Tambahan Tempat Tidur Isolasi COVID-19 di RSUD Wonosari Penuh

oleh -
Direktur RSUD
Direktur RSUD Wonosari, dr Heru Sulistyowati. (KH/ Kandar)

WONOSARI, (KH),– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, Gunungkidul kembali menambah Tempat Tidur (TT) untuk isolasi pasien COVID-19. Penambahan dilakukan karena sempat terjadi antrian pasien COVID-19 di IGD.

Direktur RSUD Wonosari, dr Heru Sulistyowati usai rapat dengan di rumah dinas Bupati Gunungkidul mengatakan, sebanyak 14 TT kembali ditambahkan untuk isolasi pasien COVID-19.

“Total TT menjadi 75. Semua penuh karena hari ini sempat antre 15 pasien COVID-19. Nanti yang 14 masuk dulu,” kata dr Heru, Selasa (6/7/2021).

Pihaknya menambahkan, ada salah satu bangsal di RSUD yang ditutup. Penutupan dilakukan karena cukup banyak tenaga perawat yang terkonfirmasi positif COVID-19.

“Bangsal kelas tiga paisen bedah ditutup sementara. Kebijakan tersebut sesuai kesepakatan manajemen,” imbuh dr Heru.

Diungkapkan, saat ini ada 42 perawat masih menjalani isolasi mandiri. Sebelumnya, perawat yang menjalani isolasi cukup banyak, jumlahnya mencapai 97 perawat.

Soal oksigen, Heru menalanjutkan, meski ada peningkatan pasien, ketersediaan oksigen masih dinilai aman. Sebab, RSUD menggunakan mesin generator untuk penyediaan oksige secara mandiri.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dewi Irawaty mengungkapkan, total TT di rumah sakit rujukan di Gunungkidul ada sebanyak 134 TT.

“Tetapi ada 10 TT tidak bisa dioperasikan karena tidak memiliki oksigen,” kata Dewi.

Guna menunjang kelancaran perawatan pasien COVID-19, di RSUD Saptosari saat ini juga tengah disiapkan alat penyediaan oksigen. Apabila perangkat alat dan mesin bisa difungsikan, pihaknya berencana menambah jumlah TT. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar