Lampu Dimatikan, Pedagang Keliling di Seputar Alun-alun Wonosari Diminta Pergi

oleh -
alun-alun wonosari
Sisi barat alun-alun Wonosari nampak gelap. (KH/Kandar)

WONOSARI, (KH),– Alun-alun Wonosari, Gunungkidul Selasa (6/7/2021) malam nampak gelap. Lampu-lampu yang biasanya menerangi sekeliling alun-alun mati.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gunungkidul Drajad Ruswandono mengatakan, matinya lampu-lampu tersebut memang disengaja.

“Untuk mengurangi kerumunan warga selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat,” kata Drajad mengungkap tujuan lampu dimatikan, Selasa (6/7/2021) di Wonosari.

Ia menambahkan, lampu akan dimatikan setelah pukul 20.00 WIB. Keputusan mematikan lampu tersebut merupakan tindak lanjut usai dirinya mengikuti rapat virtual dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan.

Drajat menilai instruksi tersebut sangat tepat. Sebab, ke depan dianggap efektif meminimalisir terjadinya kerumunan.

Berdasar pantauan semalam, lampu yang menerangi bagian dalam alun-alun dan jogging track mati. Sedangkan lampu yang menerangi ruas jalan di sisi luar alun-alun tetap menyala.

Selain mematikan lampu alun-alun, kebijakan larangan berjualan bagi pedagang keliling dan lapak kaki lima juga diterapkan.

Tepat setelah pukul 20.00 WIB, beberapa anggota kepolisian mendatangi pedangang keliling bermotor untuk segera berkemas-kemas.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, selama penerapan PPKM Darurat masih ditemui beberapa pelanggaran. Ia menyebutkan, masih ada pedagang kali lima melayani makan di tempat.

“Kalau mobilitas masa di Gunungkidul menurun 16 persen. Sesuai instruksi pusat nanti akan dimaksimalkan hingga 30 persen,” ujarnya. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar