Sutrisna Wibawa Curahkan Perhatian Bidang Pendidikan Di Gunungkidul

oleh -
Sutrisna Wibawa. (ist)
iklan dispar

GUNUNGKIDUL, (KH),– Kehadiran Prof. Dr. H. Sutrisna Wibawa, M.Pd., sebagai bakal calon Bupati Gunungkidul menyita perhatian publik. Meski baru sekitar 1 bulan memantapkan niatnya untuk mengabdi buat tanah kelahiran, namanya mulai santer disebut-sebut sebagai kuda hitam.

Prof. Dr. H. Sutrisna Wibawa, M.Pd., umum dikenal sebagai Rektor UNY. Rektor bukan satu-satunya amanat yang pernah diemban oleh Sutrisna. Tercatat, ia pernah menjadi Sekretaris Direktur Jenderal di Kemristekdikti, sampai  Direktur Eksekutif Islamic Development Bank UNY. Dalam setiap pengabdian tersebut, terdapat karya dan kontribusi dari dirinya bagi dunia pendidikan tak terkecuali bagi wilayah khususnya Gunungkidul.

“Gunungkidul adalah kampung halaman yang telah membuat saya Kadhung Trisna. Saya telah berikhtiar dalam setiap pengabdian, ada karya yang dapat dipersembahkan untuk bumi handayani ini,” ungkap Sutrisna, belum lama ini.

Sebelum menjadi Rektor, Sutrisna Wibawa pada kurun 2015 hingga 2017 menjabat sebagai Sekretaris Direktur Jenderal Belmawa Kementerian Ristekdikti. Salah satu tugas yang diemban Sutrisna pada saat itu, adalah menjadi orang yang bertanggungjawab atas dana beasiswa Bidikmisi. Di tangan Sutrisna, tercatat setiap tahunnya beasiswa Bidikmisi disalurkan pada 60 ribu mahasiswa baru dengan total nilai anggaran mencapai Rp. 15 triliun.

Tanggung jawab tersebut ditunaikan Sutrisna dapat ditunaikan dengan cara mengoptimalkan kinerja Kementerian dalam menyalurkan Beasiswa Bidikmisi sesuai arahan menteri dan dirjen. Hasilnya, penyerapan menjadi efektif serta tepat sasaran.

Adapun hingga saat ini khusus di UNY saja tercatat ada 324 mahasiswa asal Gunungkidul telah menerima beasiswa Bidikmisi periode hingga tahun 2019.  Mereka tersebar dari seluruh 15 kecamatan di Gunungkidul. Penerima beasiswa mengenyam pendidikan secara hampir merata di tujuh fakultas yang dimiliki UNY. Para penerima beasiswa Bidikmisi berhak untuk berkuliah gratis dan mendapat uang saku sekitar 600 ribu rupiah per bulan.

“Program Bidikmisi punya tujuan mulia: agar pendidikan tinggi tidak hanya menjadi privilege golongan tertentu saja, tapi dapat diakses semua lapisan masyarakat. Termasuk seluruh lapisan masyarakat Gunungkidul,” kata Sutrisna Wibawa.

Apresiasi kepada pelajar atau mahasiswa berprestasi selalu diberikan. Sutrisna contohkan, pelajar asal Gunungkidul, Inggried selaku anak yang menyabet nilai UN tertinggi se-DIY, diberikan kesempatan berkuliah gratis di UNY melalui beasiswa Bidikmisi. Dika Andri Pradana warga Bejiharjo Karangmojo, sebagai anak yang berhasil menyabet dua medali sekaligus di ajang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, juga diganjar sebuah laptop sekaligus beasiswa untuk mengenyam Pendidikan di Korea Selatan. Semuanya gratis dengan tujuan Dika dapat menghasilkan karya serta prestasi gemilang untuk membanggakan kampusnya dan tentunya Gunungkidul.

Secara keseluruhan, tercatat ada 44 mahasiswa berprestasi asal Gunungkidul yang berhasil mengharumkan nama UNY dan Indonesia. “Bidangnya pun beragam, mulai dari akademik sampai atlet,” imbuh Sutrisna.

Dibidang atletik, ada nama Bayu Prasetyo. Pelari Asal Playen Gunungkidul ini merupakan kebanggaan UNY. Dalam ajang SEA Games Manila, Filipina 2019, kontingen Indonesia menurunkan dua atletnya dalam cabang olahraga (cabor) atletik kategori jalan cepat. Bayu Prasetyo adalah salah satunya yang turun di nomor 2.000 meter.

Lebih serius membangun pendidikan di Gunungkidul, UNY atas inisiasinya merealisasikan pembangunan kampus sekolah vokasi di Gunungkidul. Kerjasama dijalin, UNY memperoleh hibah tanah empat hektar dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Sutrisna Wibawa selaku nakhoda UNY langsung bergerak cepat untuk mendirikan kampus di Gunungkidul. Terlebih lagi, kampus ini juga merupakan permintaan langsung Pemerintah Kabupaten agar lulusan SMA/SMK di Gunungkidul bisa kuliah.

Lokasi kampus rencananya berada di Desa Pacarejo Kecamatan Semanu. Februari awal, akan digelar groundbreaking yang menandai dimulainya pembangunan kampus tersebut. Delapan program studi berbasis teknik informatika, digital, dan pariwisata akan dibuka per Juni 2019. 50% kuota akan diberikan khusus untuk putra-putri Gunungkidul.

“Dengan demikian, Gunungkidul akan dapat mengubah nasibnya sendiri. Dengan Pendidikan, Gunungkidul akan maju,” pungkasnya. (Kandar/ Adv)

Komentar

Komentar