Sukadi Sulap Lahan Subur Jadi Taman Amarylis 

oleh -
Budidaya Bunga Amarylis, Foto: KH/ Maria Dwi Anjani
kadhung tresno
Budidaya Bunga Amarylis, Foto: KH/ Maria Dwi Anjani
Pengunjung berfoto di tempat Budidaya Bunga Amarylis, Foto: KH/ Maria Dwi Anjani

Wonosari, (KH)–Pesona Kabupaten Gunungkidul semakin hari kian memberi warna baru bagi wisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Tidak hanya menawarkan keindahan  di sektor wisata pantai atau minat khusus yang kini tengah digenjot pemerintah daerah, namun masyarakal lokal ikut berupaya dan memutar otak guna menunjukan bahwa Kabupaten Gunungkidul bukanlah daerah gersang.

Adalah Sukadi, seorang petani asal Desa Salam, Kecamatan Patuk yang berhasil menyulap lahan seputar rumah menjadi taman bunga Berambang Procot atau dengan nama latinnya Amarylis. Sementara oleh warga Gunungkidul bunga dengan warna merah bercampur jingga ini akrab dipanggil Puspa Patuk.

Sukadi yang memiliki keseharian sebagai petani ini memanfaatkan lahan seluas 2500 meter untuk menanam bunga amarylis. Ide untuk membudidayakan bunga jenis tersebut bukan tanpa alasan, di tahun-tahun sebelumnya banyak wisatawan yang mampir dan mencari bibit bunga yang tumbuh subur di awal musim penghujan itu.

Ingin mencoba peruntungan dengan menjual bunga-bunga tersebut, kini Sukadi tidak menyangka bahwa lahannya dijadikan salah satu tempat tujuan wisata warga lokal maupun luar daerah.

Di lahan subur miliknya kini tumbuh ribuan bunga Amarylis. Bagi pengunjung yang ingin berfoto di tempat tersebut, oleh Sukadi tidak dimintai biaya apapun. Sementara apabila ada yang ingin membeli bungannya ia hanya mematok harga Rp 5 ribu pada setiap batangnnya.

Niatnya untuk berbisnis kini berbuah manis, meskipun tidak mengambil retribusi bagi wisatawanyang datang untuk sekedar berfoto, namun ia berhasil mengantongi uang berkisar Rp 300 hingga Rp 500 ribu dalam satu harinnya.

“Kita hanya menyiapkan kotak sukarela bagi pengunjung yang ingin memberikan uang perawatan sukarela,” ucapnya sembari melayani pertanyaan pengunjung, Jum’at (27/11).

Sementara salah satu pengunjung Ade Pradana warga Ringingsari, Wonosari  mengaku tidak sengaja untuk datang ke tempat tersebut, awalnya ia hendak ke arah Jogja dan melihat kepadatan jalan seputar lokasi taman bunga tersebut dan memutuskan untuk berhenti dan berfoto-foto.

“Saya kira ada apa ternyata saya tengok kiri ada taman bunga sangat cantik seperti di Malang dan Belanda ya saya putuskan untuk berkunjung,” ucapnya.  (Maria Dwi Anjani)

Komentar

Komentar