Sukadi Belum Untung, Musim Akik Sudah Rampung

oleh -
Kios pengrajin Batu Akik tutup. KH/ Kandar
iklan dispar
Kios pengrajin Batu Akik tutup. KH/ Kandar
Kios pengrajin Batu Akik tutup. KH/ Kandar

WONOSARI, (KH)-– Booming batu akik sekitar pertengahan tahun lalu tak sempat memberikan keuntungan bagi beberapa pengrajin.

Seperti apa yang dialami Sukadi, warga Padukuhan Bansari, Desa Kepek, Wonosari ini, berniat memanfaatkan peluang maraknya aksesoris/ perhiasan berupa batu akik tetapi malah berujung rugi.

Dengan kemampuan mengolah bahan batu menjadi perhiasan akik yang dipelajari dari temannya, dirinya membuka lapak pengrajin batu akik sendiri di rumahnya.

“Saya belanja mesin gosok dan alat perlengkapan yang lain menghabiskan uang Rp. 6 juta, masih ditambah lagi belanja emban. Sekitar 1 bulan saja saya merasakan musim akik,” katanya ketika ditemui di rumahnya, Senin, (25/1/2016).

Ia mengaku, hanya selama satu bulan saja merasakan booming akik, lantas memperoleh pendapatan hingga Rp. 3 juta. Kemudian semenjak sekitar 5 bulan yang lalu usaha pembuatan/ pengolahan batu akik hingga saat ini sepi, bahkan tak satupun peminat jasa pembuatan akik datang ke lapaknya.

Dirinya menyebut musim batu akik seolah seperti musim tanaman gelombang cinta yang booming beberapa tahun lalu. Saat ini kios Begog’s Stone miliknya selalu tutup.

“Belanja emban sampai Jakarta, tapi ini sudah tidak musim lagi, pengrajin seperti saya banyak yang sudah tutup ,” terang Sukadi.

Kini, setelah bisnis sampingannya sepi, dirinya menjalani aktivitas seperti sebelumnya, yakni sebagai petugas kebersihan di Terminal Dhaksinarga, sembari bertani. “Bahan baku batu dan emban masih ada, jika ada yang minat ya masih saya layani,” pungkasnya. (Kandar).

Komentar

Komentar