Sidang Mbah Harso Semakin Menarik

oleh -
Mbah Harso Foto : Sarwo
kadhung tresno
Mbah Harso Foto : Sarwo
Mbah Harso Foto : Sarwo

WONOSARI, (KH) — Sidang perkara pencurian kayu dengan terdakwa Harso Taruno bin Jiwo Semito, Selasa (13/1/2015) menghadirkan saksi Aiptu Suyono, Kanit Reskrim Polsek Paliyan.

Pada sidang sebelumnya, penasehat hukum terdakwa, Suraji Noto Suwarno SH, Edy Ahmad Nurkojin SH, dan HM. Zaki Sierad SH,CN,MH, mengajukan keberatan atas saksi yang diajukan Jaksa Vivit Iswanto SH, karena saksi Aiptu Suyono adalah Kanit Reskrim yang tidak mengetahui secara langsung peristiwa penangkapan. Oleh majelis hakim yang diketuai Yamti Agustina SH, dibantu Hakim Anggota Agung Budi Setiawan SH, dan Nataline Setyawati SH MH, keberatan ditolak. (13/1/2015).

Dalam keterangannya, saksi Aiptu Suyono memeriksa terdakwa Harso Taruno, dan Harso Taruno mengakui mencuri kayu di Petak 136 Hutan Suaka Margastwa Paliyan. Keterangan saksi ketika dikonfrontir dengan terdakwa Harso, Harso mengakui mencuri karena tekanan.

Saksi ahli Kus Madi Astuti dalam keterangannya menyatakan, untuk masuk ke hutan suaka margasatwa harus memiliki ijin dari Kepala Suaka Margasatwa. Sebanyak 826 petani diperbolehkan menggarap lahan suaka margastawa adalah kebijakan pimpinan. Aturannya, di suaka margasatwa tidak diperkenankan menggarap lahan.

Sementara, Penasehat Hukum Suraji menanyakan kepada saksi ahli, bagaimana dengan adanya 826 petani yang ikut menggarap lahan suaka margasatwa? Saksi ahli menjawab hal itu sebagai kebijakan pimpinan.

Jaksa Vivit Iswanto menanyakan, bagaimana kalau ada pohon roboh? Dijawab “dibiarkan saja sampai lapuk. Kalau ada yang memotong tidak dibenarkan”.

Majelis hakim sebelum menunda sidang, menanyakan kepada penasehat hukum, “mau mengajukan saksi meringankan ?” Dijawab, akan mengajukan saksi ade carge. (Sarwo/Tty)

Komentar

Komentar