Seorang Lansia Ditemukan tak Bernyawa di Kamar Mandi

oleh -
ilustrasi bunuh diri
Ayo bantu cegah bunuh diri dengan peduli diri sendiri dan peduli sesama di dekat kita. Foto ilustrasi: Tribunjabar.
iklan golkar idup fitri

GUNUNGKIDUL, (KH),– Bagun dini hari hendak makan sahur umum dilakukan warga muslim pada umumnya. Sepertihalnya dilakukan W (80) warga Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul.

Minggu, (24/4/2022) dini hari W ingin membangunkan suaminya, M. Ia berniat mengajak M makan sahur seperti biasa.

Saat dicari, M yang biasa tidur di ruang kamar bagian belakang tak ditemukan. Si istri kemudian menduga suaminya itu sedang ke kamar mandi. Dia pun lantas bergegas menuju kamar mandi hendak mengajak lelaki berusia 92 tahun itu turut serta dalam santap sahur.

Betapa kaget, kondisi suami di kamar mandi meninggal dunia dengan posisi tergantung. Melihat suaminya gantung diri dia kemudian berteriak meminta pertolongan.

Kapolsek Semin, AKP Arif Hariyanto melalui Kanit Reskrim Iptu Sumiran menyebutkan, meninggalnya M yang tidak wajar kemudian disampaikan ke kantor tempatnya bertugas.

Anggotanya bersama tim medis kemudian terjun ke lokasi. Melakukan serangkaian pemeriksaan guna mengetahui indikasi penyebab kematian M.

“Tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Bersama tim medis kami duga kuat meninggal bunuh diri,” kata Iptu Sumiran menginformasikan Minggu pagi.

Pihaknya juga memperoleh informasi, bahwa 2 tahun terakhir M mengalami sakit reumatik. Hingga mengakhiri hidup, sakit yang diderita itu belum sembuh. (red)

***

Catatan redaksi :

  1. Ayo bantu ringankan beban dan pulihkan keluarga terdampak bunuh diri, dan berhentilah mencemooh, mengolok-olok atau menghujat orang/keluarga penyintas dari bunuh diri. Kejadian bunuh diri adalah peristiwa kemanusiaan dan problema kita bersama, dapat menimpa siapa saja tanpa memandang status sosial, pendidikan, agama, jender, dan atribut-atribut lainnya.
  2. Ayo bantu cegah bunuh diri di Gunungkidul dengan cara peduli kondisi fisik dan kejiwaan anggota keluarga, sanak saudara, dan sesama. Berikan bantuan kepada sesama yang memerlukan dukungan permasalahan kejiwaan atau kesejahteraan mental.
  3. Menyambungkan sesama yang membutuhkan pertolongan problema kejiwaan dengan layanan kesehatan terdekat (Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit) atau layanan konseling kepada pemuka masyarakat dan pemuka agama setempat dapat menjadi upaya preventif mencegah bunuh diri.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar