Sendatari Ramayana Hibur Pengunjung FKY

oleh -
iklan dispar

WONOSARI,kabarhandayani—Sebuah pentas cantik dan megah yang menyatukan beragam kesenian Jawa berupa tari, drama dan musik dalam satu panggung, menyita perhatian pengunjung Festival Kesenian Yogyakarta (FKY), Sabtu (6/9/2014) malam.
Kisah Ramayana yang ditulis Walmiki, sudah dua puluh empat abad menjadi dongeng yang tak pernah membosankan untuk disimak. Kisah ini telah mengilhami para pujangga untuk menyalin serta menyadurnya dalam cerita yang terus memikat sepanjang zaman.
Tidak ada dialog yang terucap dari penarinya, hanya tembang lagu-lagu dalam bahasa Jawa yang terdengar dari sinden untuk menggambarkan jalannya cerita. “Pertunjukan  Sendratari Ramayana ini sengaja kita gelar untuk memeriahkan FKY Gunungkidul,” ungkap Ketua FKY Ristu Raharjo seusai acara.
Penoton yang menikmati pertunjukan sendratari, ibarat diajak pada visualiasi mengagumkan dari sebuah cerita legendaris. Iringan gamelan yang disuguhkan menambah cerita semakin berkesan untuk dinikmati.
Dikatakan Ramayana berasal dari kata ‘rama’ dan ‘ayana’ yang artinya ‘Perjalanan Rama’, Ramayana telah dikenal sebagai cerita Hindu
terkenal di dunia selain Mahabharata. Di Nusantara terutama di Pulau Jawa dan Bali, kisah Ramayana mengalami gubahan dalam khazanah sastra Jawa dengan bahasa Jawa Baru.
Ristu menambahkan, Pengunjung FKY Gunungkidul tidak perlu datang ke Candi Prambanan untuk menyaksikan pagelaran tersebut. Menurutnya cerita yang disajikan dalam FKY sama persis seperti yang dipentaskan di Prambanan. “Semoga masyarakat terhibur,” kata Ristu.Menurut Heni, warga Wonosari, Cerita yang menarik ada dalam babak penculikan Sinta. Misi Anoman ke Alengka, kematian Rahwana, dan pertemuan kembali antara Rama dan Sinta. “Saya sangat terhibur semoga FKY selalu digelar di Gunungkidul,” ungkapnya.(Juju/Tty)

Komentar

Komentar