Sedikit yang Mau ke Pantai Gesing

oleh -
iklan dispar

PANGGANG, kabarhandayani — Kira-kira tiga minggu lagi akan masuk dalam suasana libur panjang Ramadhan. Banyak yang memanfaatkan kesempatan tersebut  dengan beragam kegiatan, seperti: berwisata, berkunjung ke tempat keluarga, saudara dan handai taulan, mengadakan reuni, pertemuan komunitas, dan lainnya.

Sejumlah tempat wisata di Gunungkidul kini tengah berupaya mempersiapkan kunjungan wisatawan, seperti objek wisata favorit di kawasan pantai selatan yang meliputi Pantai Baron, Indrayanti, Sepanjang, dan lainnya. Termasuk  beberapa obyek wisata yang sedang moncer belakangan ini, seperti: Goa Pindul, Air Terjun Sri Gethuk. Berbagai destinasi wisata tersebut diprediksi bakal ramai dan cenderung pengunjungnya melimpah.

Lain halnya dengan Pantai Gesing. Pantai yang terletak di Desa Girikarto Kecamatan Panggang ini suasana nampak lesu, hanya  nelayan saja yang hilir mudik mengisi aktivitas pantai. Sebenarnya panorama keindahannya tak kalah menarik dengan pantai lain yang ada di Gunungkidul.

Naik turunnya bukit karst yang dikombinasi adanya ladang penduduk di kanan kiri jalan membuat perjalanan ke destinasi wisata ini terasa sejuk. Setelah sampai di lokasi, akan ditemui hamparan pasir putih pantai yang tidak begitu lebar diapit tebing-tebing menjulang. Itulah Pantai Gesing.

Hingga saat ini, banyak pihak yang menyayangkan kurangnya perhatian terhadap pantai tersebut. Salah satunya Gunawan, Camat Panggang. Ia prihatin dengan keadaan Pantai Gesing. Beberapa fasilitas  belum tersedia. Jika ada, keadaannya menyedihkan. “Akses jalan rusak berat, listrik juga tidak ada, bagaimana mau ramai,” ujarnya beberapa waktu lalu di kantornya.

Menurutnya, keadaan tersebut yang menyebabkan pantai sepi dari wisatawan. Ia menyindir dinas terkait seakan menganaktirikan pantai yang berada di wilayahnya tersebut. Jalan tidak diperbaiki, Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga tidak memasang jaringan.

“Jangankan wisatawan, nelayan saja tidak betah. Sedikit saja nelayan yang berada di sana. Kalau malam gelap gulita,” ujarnya. Ia mengungkapkan bahwa tiang pancang aliran listrik yang terakhir sebenarnya hanya berjarak 3 km saja dari permukiman nelayan Pantai Gesing.

Ia menceritakan, pernah ada beberapa warga yang hendak memasang pintu retribusi, tetapi mengingat keberadaan fasilitas pantai tidak layak maka dirinya melarangnya. “libur panjang  besok tidak ada retribusi,” tuturnya.

Gunawan berandai, kalau pihak-pihak terkait membangun jalan, memasang jaringan listrik, menyediakan ruang publik, maka pantai Gesing akan ramai. “Menurut saya itu masih perawan lho, ibarat ada gula ada semut, jadi harus ada pancingan dahulu,” tandasnya. Toh kalau ramai, tambahnya lagi, dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). (Kandar/Tty)

Komentar

Komentar