Sebagai Akses Pendidikan Dan Ekonomi, Jembatan Rusak Mendesak Diperbaiki

oleh -
Jembatan Nglipar tepatnya di Padukuhan Jeruk Legi rusak parah akibat banjir Sungai Oya. KH
iklan dispar
Jembatan Nglipar tepatnya di Padukuhan Jeruk Legi rusak parah akibat banjir Sungai Oya. KH
Jembatan Nglipar, tepatnya di Padukuhan Jeruk Legi rusak parah akibat banjir Sungai Oya. KH

NGLIPAR, (KH)— Akibat terjangan banjir sungai Oya saat terjadi hujan deras, jembatan gantung penghubung Kecamatan Nglipar dan Kecamatan Karangmojo di padukuhan Jeruk Legi rusak parah. Saat ini jembatan tak dapat dilalui sebagai akses penyeberangan.

Kondisi jembatan di bagian tengah saat ini miring dan beberapa tali pengikat kendur bahkan putus. Dukuh Jeruk Legi Sumino menyebutkan, kerusakan jembatan akibat banjir sungai Oya Senin, (28/11/2016) malam.

“Karena tak mungkin dilewati, warga yang biasa memanfaatkan jembatan harus memutar sejauh 6 hingga 7 kilometer,” jelasnya, Rabu, (30/11/2016).

Sumino menambahkan, jembatan merupakan penghubung atau akses pendidikan dan ekonomi antara Kecamatan Nglipar bagian utara dan sebagian kecil di wilayah selatan serta Kecamatan lain yakni Karangmojo dan Ngawen.

“Banyak pelajar dari Ngawen yang biasa melalui jembatan ini untuk sekolah di SMA/ SMK Nglipar, selain itu juga ada peserta didik PAUD, TK dan SD yang berasal dari sebelah selatan jembatan,” ungkapnya.

Kendala akibat kerusakan jembatan dalam hal akses ekonomi masyarakat, Sumino contohkan, banyak petani dari Padukuhan Jeruk Legi di sebelah utara yang memiliki lahan pertanian di sebelah selatan jembatan. Di Padukuhan Jeruk Legi saja sedikitnya ada 6 RT warga setempat yang sangat mengandalkan jembatan sebagai akses tercepat menuju lahan pertanian.

“Apabila tidak segera diperbaiki ada kemungkinan jembatan rusak lebih parah, karena apabila banjir datang lagi permukaan air dapat dengan mudah menyentuh jembatan. Kami berharap pihak terkait segera memperbaikinya,” harap Sumino. (Kandar)

Komentar

Komentar