Madrasah Ibtidaiyah di Tanjungsari Nyaris Roboh

oleh -
Kondisi SD MI Wonosobo Tanjungsari. Foto : KH/Dwianjani
kadhung tresno
Kondisi SD MI Wonosobo Tanjungsari. Foto : KH/Dwianjani
Kondisi SD MI Wonosobo Tanjungsari. Foto : KH/Dwianjani

TANJUNGSARI, (KH) — Di tengah upaya Pemkab Gunungkidul meningkatkan mutu kualitas pendidikan dasar hingga atas, masih ada beberapa sekolah yang mangkrak, hingga menghambat proses belajar mengajar.

Salah satunya sekolah setingkat sekolah dasar yang ada di Kecamatan Tanjungsari, yakni MAdrasah Ibtidaiyah (MI) Wonosobo yang memiliki gedung dengan kondisi tidak layak pakai, bahkan nyaris roboh. Sekat-sekat yang memisahkan antara kelas satu dan kelas lainnya, kondisinya tidak sempurna. Beberapa lubang nampak terdapat di dinding-dinding. Keramik yang sudah berantakan, ada dipinggir-pinggir ruang kelas. Tak urung kondisi ini kerap mengganggu proses belajar mengajar, karena debu yang mengenai para murid dan guru.

Lokasi sekolah yang memang jauh dari pusat kota Gunungkidul yang menjadi roda pemerintahan daerah, memungkinkan menjadi penyebab, mengapa kondisi yang dialami MI tersebut, tidak diketahui pemerintah setempat.

Wali kelas VI, MI setempat, Susanto menjelaskan, sejak dibangun Tahun 1986, gedung tersebut tidak pernah mengalami perbaikan. Sedikitnya ada 69 siswa yang menuntut ilmu di sekolah tersebut. Kendati demikian, banyaknya siswa yang bersekolah, dari yayasan tidak menggelontorkan dana guna perbaikan sekolah.

“Hanya pernah sekali, yakni rehab ringan,” imbuhnya.

Lebih parahnya lagi, pada sejumlah ruang kelas tidak terpampang foto presiden dan wakil presiden. Kendati tak semua digunakan, beberapa meja dan kursi nampak usang penuh debu.

“Biaya operasional untuk pengadaan belum ada,” imbuhnya. (Maria Dwianjani)

Komentar

Komentar