Sarasehan HUT GKJ Wonosari: Membangun Kerukunan, Merajut Kebangsaan

oleh -
Sarasehan Kebangsaan dengan nara sumber lintas iman di GKJ Wonosari. KH/ Kandar
iklan dispar
Sarasehan Kebangsaan dengan nara sumber lintas iman di GKJ Wonosari. KH/ Kandar
Sarasehan Kebangsaan dengan nara sumber lintas iman di GKJ Wonosari. KH/ Kandar

WONOSARI, (KH)— Dalam rangka memperingati HUT Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wonosari ke-85, panitia peringatan bersama jemaat mengadakan berbagai rangkaian kegiatan. Diawali sejak minggu pertama bulan Juli ini, sejumlah kegiatan peringatan memiliki beberapa misi yang ingin diraih.

Sebagaimana disampaikan Ketua Panitia Subagyo MSi,  tujuan yang ingin diraih dari rangkaian kegiatan ini selain mengusung semangat toleransi beragama, juga bertujuan ikut berpartisipasi melestarikan budaya.

“Pada awal Juli 2016 lalu, di mana pada saat saudara muslim mengadakan Ibadah Puasa, kami melakukan aksi donor darah sebagai bentuk toleransi. Jemaat sadar betul, satu tetes darah sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan tanpa memandang latar belakang suku, ras, agama atau golongan,” ujar Subagyo, Senin, (18/7/2016) malam.

Dalam hal kontribusi pelestarian terhadap budaya dan upaya Gereja dalam menjaga generasi muda dari penyimpangan, dilaksanakan kegiatan lomba Miru kain sekaligus peragaan busana jawa khususnya gaya Yogya dan penyuluhan narkoba yang diikuti seluruh umat gereja baik anak-anak, remaja hingga orang tua.

“Kita tahu negara dalam kondisi darurat narkoba, maka sebagai bagian dari masyarakat kita laksanakan penyuluhan narkoba, setelah itu kita sepakat berkomitmen untuk menjaga supaya bebas narkoba dengan menandatangani kain bersama-sama,” tambah dia.

Sementara itu, lanjut Subagyo, kegiatan yang baru pertama kali diadakan pada peringatan kali ini yakni Sarasehan Kebangsaan, dimana pada pelaksanaannya menghadirkan nara sumber lintas Iman. Beberapa diantaranya ialah KH. Abdul Muhaimin (pengasuh Ponpes Nurul Ummahat Kotagede Yogyakarta), Pdt.Dr. Djoko Prasetyo Adi Wibowo M.Th (dosen Teologi UKDW), Romo Rosarius Sapto Nugroho,Pr (Pastor Gereja St Petrus Kanisius Wonosari), Bante Bikhu Badra Pala dari Sasana Bodhi Siraman (tokoh agama Budha di Gunungkidul) dan Aminudin Azis (Ketua Forum Lintas Iman Gunungkidul).

Sarasehan yang digelar di GKJ Wonosari ini mengusung tema “Satu Rasa Satu Asa”. Subagyo menguraikan, tema sarasehan kebangsaan mengandung maksud bahwa sebagai masyarakat yang sama-sama hidup di Bumi Dhaksinarga dapat merasakan pahit, getir dan manis dalam kehidupan, baik dalam beribadah sesuai kepercayaan masing-masing, sekaligus dalam hal segi pelayanan atau darma bhakti kepada agamanya, karena meski berbeda memiliki tujuan sama yakni untuk melayani umat beragama.

Sarasehan dengan moderator Pdt Dwi Wahyu Prasetyo MAPS ini berlangsung hidup. Jemaat yang hadir cukup antusias mendengarkan pemaparan dari semua nara sumber yang mengusung tema rasa kemanusiaan, toleransi, dan substansi dalam beragama. Umat juga terlibat dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada penerapan nilai-nilai agama agar terlepas dari intoleransi. (Kandar)

Komentar

Komentar