Salah Penanganan Bisa Ikut Tenggelam

oleh -
iklan golkar Gunungkidul

PATUK, (KH).– Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul melakukan latihan simulasi water rescue atau penyelamatan koban air, Kamis (6/11/2014) siang.

 

Latihan dipusatkan di Sungai Oya atau di bawah Jembatan Bunder, Kacamatan Patuk. Simulasi penyelamatan korban air menggunakan peralatan perahu karet dan pelampung. Tim reaksi cepat yang berjumlah 30 orang melakukan simulasi pencarian dan evakuasi terhadap korban tenggelam.

 

Dalamya Sungai Oya yang mencapai 10 meter, menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta. Digambarkan dalam simulasi, TRC mendapat tugas menyelamatkan korban yang tenggelam. Saat itu korban panik dan terus berteriak minta diselamatkan.

 

Dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Sutaryono dan Koordinator TRC, Agus Triyanto, didampingi pelatih dari Search And Rescue (SAR) Marjono dan  Surisdiyanto, tim langsung meluncur menyelamatkan korban dengan perahu karet bantuan BNPB.

 

“Saat melakukan penyelamatan terhadap korban tenggelam, regu penyelamat harus cermat. Salah sedikit saja dalam penanganan, bukannya menolong, malah kita bisa ikut jadi korban”, kata Marjono saat memberikan pengarahan kepada peserta.

 

Dalam simulasi tersebut, tim penyelamat harus bisa mengambil posisi yang benar. Jika korban panik, anggota penyelamat diminta mengambil posisi di belakang korban. Jika dalam posisi panik korban merangkul, penyelamatan bisa gagal dan semuanya bisa ikut tenggelam.

 

“Teori simulasi ini memang susah, tetapi akan mudah jika kita praktikan di lapangan. Dalam penyelamatan kita harus memegang tangan korban dari arah belakang, dan ambil posisi terbalik, dengan sendirinya korban akan mengapung dan kita aman,” tambah Surisdiyanto.

 

Sementara menurut Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Sutaryono, pelatihan ini menjadi bagian dari kegiatan BPBD terhadap anggota TRC. Menurutnya, pelatihan dilaksanakan sebagai pengasahan kemampuan.

 

“Jadi, jika nanti ada kejadian korban tenggelam di laut, sungai atau telaga, TRC bisa melakukan pertolongan atau evakuasi dengan benar,” pungkasnya. (Juju/Tty)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar